Di Lapas Batu Nusakambangan, Napi Narkoba Akan dapat Layanan dari Dokter dan Perawat
Jika terealisasi nanti, seluruh napi narkotika di Lapas Nusakambangan akan dipindahkan dan disatukan di Lapas Batu.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: a prianggoro
Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki
TRIBUNJATENG.COM, CILACAP- Lapas Kelas 1 Batu di Pulau Nusakambangan Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah, dipersiapkan menjadi Lapas khusus bandar narkoba. Transformasi lapas demikian bagian dari langkah reformasi Kemenkum HAM sebagai bagian upaya untuk memerangi narkoba.
Jika terealisasi nanti, seluruh napi narkotika di Lapas Nusakambangan akan dipindahkan dan disatukan di Lapas Batu.
Kepala Kanwil Kemenkum HAM Jateng Ibnu Chuldun mengatakan, akan ada sejumlah pembenahan pada Lapas Batu menyesuaikan perubahan status lapas tersebut.
"Kami ada target-target tertentu agar Lapas Batu bisa memenuhi standar Lapas yang layak,"katanya, Rabu (16/8)
Adapun target pencapaian khusus untuk lapas khusus bandar narkotika di Nusakambangan yakni, penerapan pengamanan maksimal pada bangunan Lapas yang dilengkapi dengan CCTV, dan perusak sinyal (jammer) yang memadai.
Selain itu, lapas khusus bandar narkotika akan dipastikan blank signal untuk memutus mata rantai napi dengan dunia luar.
Kamar Lapas juga akan dirombak total agar memenuhi standar kamar hunian yang layak. Kamar Lapas khusus akan dipastikan kosong dari perlengkapan yang berpotensi untuk menyimpan benda terlarang.
Kamar akan disterilkan dari kotak lemari, alas tidur, serta aliran listrik lebih dari satu titik. Alas tidur akan didesain khusus agar tak bisa dipakai untuk menyelipkan barang.
Pakaian napi narkotika di lapas khusus ini juga wajib memenuhi standar.
Mereka hanya diperbolehkan memakai seragam, baik untuk pakaian harian, pakaian tidur serta pakaian ibadah.
"Napi tidak boleh mencuci pakaiannya, nanti dicucikan petugas sehingga selalu ada kontrol dari petugas,"katanya
Lapas khusus akan dilengkapi dengan fasilitas kesehatan berupa, ruang poliklinik dan ruang rawat inap, lengkap dengan tenaga medis, dokter dan perawat.
Dengan demikian, jika napi bandar narkotika mengalami sakit, ia tidak perlu dirujuk ke rumah sakit kota yang justru berpotensi mengundang masalah.
Selain itu, Sumber Daya Manusia (SDM) petugas yang bertugas di lapas khusus ini diupayakan kualifikasi khusus, atau alumnus Akademi Ilmu Pemasyarakatan (AKIP). Standar SDM itu dinilainya penting untuk menjamin integritas petugas yang tak mempan terhadap bujuk rayu bandar narkoba.
"Di luar itu, perlu ada pengaman yang ditugaskan khusus dari Polri, BNN, maupun TNI untuk menjaga lapas khusus narkotika,"katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/lapas-batu-di-nusakambangan_20160404_191900.jpg)