Menyatakan Pro-Pancasila, Sejumlah Ormas di Kebumen Ancam Bubarkan Pertemuan Alumni 212

Sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) yang menyatakan pro-Pancasila, mengancam membubarkan pertemuan alumni 212 di Kebumen.

Menyatakan Pro-Pancasila, Sejumlah Ormas di Kebumen Ancam Bubarkan Pertemuan Alumni 212
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Massa yang tergabung dalam Keluarga Besar Nahdlatul Ulama Kota Bandung menuntut pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (13/4/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) yang menyatakan pro-Pancasila, mengancam membubarkan pertemuan alumni 212 di Kebumen. Dalam pertemuan itu, mereka menduga ada anggota dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang telah dibubarkan pemerintah dan Front Pembela Islam (FPI).

Ormas yang menyatakan pro-Pancasila tersebut di antaranya GP Ansor, Fatayat NU, PCNU, Banser, KNPI, FKPPI, dan PMII.

Ketua GP Ansor Kebumen, Ahmad Nur Ridwan, mengatakan, isu pertemuan alumni 212 itu cukup meresahkan. Apalagi, dibumbui akan dilakukannya deklarasi untuk membangun sumber ekonomi atau minimarket ala mereka.

"Kami merasa terganggu pada isu tersebut (pertemuan alumni 212)," kata Ridwan, Rabu (16/8/2017).

(Baca: Tak Sepakat Nama-nama Mereka Diumumkan, Ganjar Pilih Ajak ASN yang Terlibat HTI Berdialog)

Ridwan mengatakan, pihaknya menolak rencana pertemuan tersebut karena menilai, kelompok yang menggelar pertemuan bergabung di ormas yang memiliki ideologi yang berpotensi merongrong keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Itu sebabnya, pihaknya siap membubarkan pertemuan jika kelompok yang dimaksud nekat mengadakaan kegiatan di Kebumen.

(Baca: Sejumlah Perwakilan Ormas Keberatan Atas Rencana Alumni 212 Gelar Acara di Kebumen)

Menurut Ridwan, penolakan ini telah tertuang dalam pernyataan bersama yang ditandatangani perwakilan Ormas yang menyatakan pro-Pancasila. Dia juga meminta polisi setempat pro-aktif menindak kelompok tersebut dan tak memberi izin mereka berkegiatan di Kebumen.

"Informasinya, kelompok itu memindah lokasi pertemuan menjadi di Klaten. Tapi, kami tetap siaga karena masih ada kemungkinan mereka menggelar aksi di sini (Kebumen), ujarnya. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved