Breaking News:

Nyaris Setor Rp 1 miliar Lebih, Saksi OTT Polda Jateng Merasa Ditipu

Saksi S menyakini surat itu asli lantaran ada tanda tangan Wali Kota Semarang.

tribunjateng/m zainal arifin
Sebanyak 65 pedagang di Pasar Kanjengan, Semarang, akan segera direlokasi ke Pasar Johar Relokasi, sebelah Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Raut wajah saksi S masih tampak kesal ketika mengingat kejadian adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Direktur PT Pagar Gunung Kencana (PGK), Sartono Sutandi, Senin (14/8) lalu.

Nadanya meninggi lantaran ia merasa ditipu Sartono.

Saksi S lantas menjulurkan kopian surat berkop Wali kota Semarang yang sebagai dasar untuk menguatkan pedagang Kanjengan harus menyetorkan Rp 1,155 miliar agar bisa menempati kios ketika Pasar Kanjengan sudah dirobohkan dan dibangun kembali.

Berdasarkan kopian surat tersebut, kop surat terdapat lambang garuda dan di bawahnya tertulis Wali Kota Semarang.

Perihal surat yang dibuat 18 Juli 2014 tersebut berisi Pembongkaran dan Membangun Kembali Bangunan Komplek Pertokoan Kanjengan. Surat ditujukan kepada PT Rimba Jati.

Baca: Terungkap ! Bupati Klaten Akui Terima Suap dari Bawahan, Uangnya Langsung Masuk Kardus

Saksi S menyakini surat itu asli lantaran ada tanda tangan Wali Kota Semarang.

Melalui surat tersebut, lanjut S, Sartono meyakinkan bahwa setelah evaluasi antara Pemerintah Kota Semarang dengan PT PGK dan diteruskan kepada PT Rimba Jati bangunan baru akan kembali dikelola PT PGK.

"Saya nggaK tahu kalau surat itu palsu. Berarti kami ditipu besar-besaran. Saya yakin karena ada cap dan tanda tangan Pak Wali. Pedagang lain juga yakin itu palsu," ungkapnya.

Sartono, kata S, akan menempatkan pedagang Pasar Kanjengan di lantai I dan II.

Halaman
12
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: bakti buwono budiasto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved