Semangat! Seratusan Kakek Nenek Ini Ikuti Upacara Bendera di Semarang
Para orang tua pensiunan dari berbagai profesi berpakaian adat saat upacara, satu di antaranya adalah Zuhri (70).
Penulis: bakti buwono budiasto | Editor: a prianggoro
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bakti Buwono
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Apa jadinya saat para kakek nenek mengikuti upacara bendera untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI?
Hal itulah yang tampak di lapangan warga perumahan Pasadena RW 8, Kelurahan Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa tengah, pada Kamis (17/8/2017) pagi.
Para orang tua pensiunan dari berbagai profesi berpakaian adat saat upacara, satu di antaranya adalah Zuhri (70).
Berbeda dengan warga lainnya, pensiunan anggota DPR RI era Orde Baru itu memilih mengikuti upacara dengan bersandar di 'buk' (tembok rendah) terdekat.
Meski begitu, Ia tetap semangat mengikuti jalannya upacara.
"Saya terakhir upacara itu tahun 1993 atau 24 tahun lalu, kalau dulu ya kuat berdiri, kalau sekarang kondisi fisiknya engga kuat," kata kakek dari sembilan cucu itu lalu tertawa.
Lama tidak mengikuti upacara membuat merasa senang.
Ia menilai upacara bendera perlu untuk memupuk rasa nasionalisme dan mengukuhkan Pancasila mulai dari tingkat terkecil.
Jalannya upacara cukup lancar.
Hal senada juga dikatakan Slamet Hartopo (68), pensiunan PT PLN, yang juga sudah lama tidak mengikuti upacara.
"saya sengaja bela-belain ikut upacara supaya bisa jadi contoh untuk cucu saya," kata kakek dua cucu itu.
Ketua RW 8, Mualim mengatakan upacara bendera di wilayahnya baru pertama kali diadakan.
Ia sengaja mengundang para pensiunan dengan berpakaian adat agar warga yang lebih muda termotivasi.
Pria berkumis itu menyebut jumlah peserta upacara lebih dari 100 orang tua.
"Engga ada persiapan khusus, cuma dua hari saja latihannya dan alhamdulillah lancar," jelasnya.
Mualim menuturkan semangat para orang tua mengikuti upacara tidak kalah dengan anak muda.
Meskipun bersifat spontanitas namun sambutannya sangat meriah.
Ia berharap, tradisi tersebut bisa terus berlangsung tiap tahun. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/upacara_20170817_101441.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/upacara_20170817_101920.jpg)