Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Liputan Khusus

Serunya Lomba Makan Pisang Para Ibu Rumah Tangga di Gunungpati

kampung Puntan RT 02 dan RT 06 RW 1 Kelurahan Ngijo Gunungpati, warga menggelar lomba makan pisang

Editor: bakti buwono budiasto
ISTIMEWA
Lomba makan pisang di kampung Puntan RT 02 dan RT 06 RW 1 Kelurahan Ngijo Gunungpati belum lama ini 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Di perkampungan, perayaan kemerdekaan RI lebih terasa. Di kampung Jalan Taman Condrokusumo RT06/RW03, Kelurahan Bongsari, Kecamatan Semarang Barat misalnya, warga menggelar berbagai kegiatan untuk meramaikan HUT RI.

Mulai dari jalan sehat keliling kampung, dangdutan bersama penyanyi lokal, hingga lomba bermain bola sepak yang pesertanya adalah bapak-bapak berpakaian daster.

 Ketua RT setempat, Samijan mengatakan, perayaan kemerdekaan RI tahun ini lebih meriah. Bahkan jika biasanya bendera dan umbul-umbul dipasang H-7 sampai H+7 kali ini mulai dilakukan sejak masuk Agustus dan berakhir hingga penghujung bulan.

 "Kalau pasang bendera dan umbul-imbul itu intruksi dari kelurahan. Sedangkan jika tirakatan itu sudah tradisi dari dulu. Kalau lomba masing RT," imbuhnya.

Baca: Saat Pasien Gangguan Jiwa Ikut Upacara, Ada yang Minta Rokok Hingga Tak Berhenti Hormat

 Ia tidak mengetahui, apakah ada sanksi jika tidak mengikuti instruksi kelurahan untuk pasang bendera dan umbul-umbul. Mungkin yang terasa menurutnya adalah sanksi sosial dipandang negatif oleh warga lain.

 "Sanksinya belum tahu soalnya di daerah saya nggak pasang bendera itu nggak ada apa," imbuhnya.

 Saking antusiasnya warga di tempatnya, mereka dengan sukarela menyumbang untuk kelancaran acara. Seperti misalkan dalam bentuk uang hingga barang-barang sebagai hadiah perlombaan.

 "Kemarin sangat senang dan terhibur jalan sehat ada solo organnya mendatangkan penyanyi dangdut. Itu tidak menggunakan uang khas lo melainkan urunan para warga," katanya.

Baca: Ratusan Warga Solo Upacara di Atas Gunungan Sampah, Bagaimana Rasanya Ya?

Kemeriahan juga tampak di kampung Puntan RT 02 dan RT 06 RW 1 Kelurahan Ngijo Gunungpati, warga menggelar lomba makan pisang. Lomba yang diadakan pada hari Minggu sore (30/7) ini diikuti paling tidak 50 warga yang notabene ibu-ibu setempat.

 Ketua Panitia lomba Tri Hidayati Ningrum mengatakan, lomba ini digelar karena keinginan remaja sekitar untuk melestarikan buah lokal seperti pisang.

 “Pisang di sini mudah ditemukan, banyak warga yang menanam di kebun dan dijadikan usaha. Selain itu nilai gizinya kan tidak diragukan lagi. Makanya kita pilih buah pisang,” ungkap Arum.

Baca: Meriahnya HUT RI di Sukorejo, Warga Tanggap Kuda Lumping hingga Leak Bali

 Untuk mengikuti lomba ini, setiap warga diminta untuk memilih pasangannya masing-masing. Salah satu pasangan akan ditutup dengan kain warna merah putih, sedangkan pasangan lain tangannya diikat dengan tali. Setelah itu, warga yang ditutup matanya dengan kain akan menyuapi pasangannya dengan buah pisang.

 Keseruan terjadi, saat pisang yang sudah ada ditangan ternyata salah alamat. Tak masuk kemulut, tapi mencoreng muka pasangan lain. Warga pun tertawa riang gembira. Salah satu warga, Ees mengaku senang mengikuti lomba ini.

 “Sangat senang, apalagi dilomba ini ada pesan untuk cintai buah lokal,” terang Ees. (tim)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved