musibah kebakaran
Ahmad Pilu Lihat Rumahnya Ludes Terbakar, Padahal Baru 15 Menit Dia Pergi
Ahmad Pilu Lihat Rumahnya Ludes Terbakar, Padahal Baru 15 Menit Dia Pergi. Dia tak tahu keluarganya mau menginap di mana lagi
Penulis: Dhian Adi Putranto | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL- Ahmad Mustahfirin (35) hanya terduduk lemas sambil memangku kedua anaknya yang masih kecil. Anaknya yang masih berusia 4 tahun dan 1 tahun sedang asyik bermain dan bersenda gurau.
Mereka tampak belum paham rumah yang menjadi tempatnya berteduh sudah ludes terbakar.
Kebakaran menghanguskan rumah Ahmad di RT 01, RW 01, Kebonharjo, Patebon Kendal.
Wajah Ahmad tampak sayu, suaranya juga lirih. Ia tidak menyangka, pada Jumat (18/08/2017) pagi rumahnya berbahan kayu terbakar ludes beserta isinya.
Kini hanya tersisa puing-puing kayu yang telah terbakar.
Meski begitu, dia tetap bersyukur kebakaran itu tidak merenggut nyawa keluaganya, semua selamat.
Pasalnya saat kejadian ia dan keluarganya sedang di luar rumah.
Para tetangga dengan sigap tampak datang memberikan bantuan dan menguatkan hati Ahmad.
"Kejadiannya pukul 09.30 WIB. waktu kejadian saya sedang kulakan barang dagangan, sedangkan istri sedang menemani anak sekolah," tuturnya lirih.
Ahmad menjelaskan 15 menit sebelum kejadian ia masih berada di rumah dan hendak pergi. Ia juga menceritakan api berasal dari kompor gasnya.
Akibat kejadian itu, ia tak tahun keluarganya akan tinggal di mana.
"Belum tahu mau nginep dimana, sementara ini masih ikut sanak saudara masih sekampung atau ikut orangtua yang cuma beda desa," terangnya.
Seorang saksi yang mengetahui kejadiannya, Rizal Mustofa menjelaskan api berasal dari sisi timur dan menjalar dengan cepat ke seluruh bagian rumah.
"Waktu itu ada ibu-ibu teriak minta tolong, ada kebakaran katanya, saya langsung datang ke lokasi, api menjalar dari timur rumah kemudian tidak ada 10 menit sudah membakar seluruh rumah," paparnya.
Ia menjelaskan sebelum kejadian, sang pemilik rumah yaitu Ahmad sedang menerima tamu. Berselang beberapa menit kemudian Ahmad dan tamu itu meninggalkan rumah.
"Mungkin waktu itu pak Ahmad sedang merebus teh untuk tamunya. Kemungkinan ia tidak mematikan secara benar kompornya. Namun tadi ia menjelaskan kalau ia sudah benar-benar memastikan telah mematikan kompornya," pungkasnya
Ketua RT, Slamet Suwandi telah meminta kepada para tetangga untuk gotong-royong membantu Ahmad. Tampak para warga menyumbang batu bata untuk modal membangun rumah kembali serta beberapa perabotan keluarga.
Total kerugian yang dialami oleh Ahmad akibat kebakaran ini sebesar Rp 120 Juta. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/para-warga-istirahat-setelah-melakukan-pemadaman-api-di-rumah-ahmad-mustahfirin_20170818_172228.jpg)