HEBAT, Polrestabes Semarang Ringkus 14 Tersangka dan Barang Bukti 48 Kendaraan

Puluhan barang bukti kendaraan bermotor hasil curian diamankan Polrestabes Semarang selamaa 20 hari pelaksanaan Operasi Jaran Candi 2017.

HEBAT, Polrestabes Semarang Ringkus 14 Tersangka dan Barang Bukti 48 Kendaraan
tribunjateng/rahdyan trijoko pamungkas
Puluhan barang bukti kendaraan bermotor hasil curian diamankan Polrestabes Semarang selama 20 hari pelaksanaan Operasi Jaran Candi 2017. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Rahdyan Trijoko Pamungkas

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Puluhan barang bukti kendaraan bermotor hasil curian diamankan Polrestabes Semarang selamaa 20 hari pelaksanaan Operasi Jaran Candi 2017.

Pada Operasi Jaran Candi, jajaran Polrestabes Semarang juga mengungkap dan menangkap belasan pelaku pencurian maupun penadah. Dari belasan pelaku terdapat dua orang yang dihadiahi timah panas.

Wahyu seorang karyawan koperasi di daerah Lamper Lor satu diantara pelaku yang diamankan Polsek Semarang pada Operasi Jaran Candi. Dirinya mengaku menggelapkan moHonda Verza selama bertugas menjadi Debt Collector.

"Motor operasional kantor saya ambil dari kantor dan bawa ke rumah pada hari Senin di bulan Juli," ujarnya, saat digelandang di Mapolrestabes Semarang, Jumat (18/8).

Kala itu dia lapor ke pimpinannya, pura-pura kehilangan sepeda motor operasional ke pimpinannya. Lalu pimpinan kantornya lapor polisi.

"Setelah lapor saya pulang ke rumah di Kabau Utara," tuturnya.
Ia menuturkan tertangkap polisi pada hari Jumat di Kantornya. Saat itu dirinya diminta ke kantor oleh pimpinannya.

"Selanjutnya saya diajak keluar oleh bos. Katanya ada yang mau mengeroyok. Pada lari semua. Disitulah saya ditangkap," jelasnya.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji mengatakan, pihaknya telah menangkap 14 orang tersangka yang terdiri dari pelaku pemetik (pelaku langsung) dan penadahnya. Selain belasan tersangka itu, Polrestabes juga mengamankan barang bukti sepeda motor serta mobil sebanyak 48 unit atau satu truk.

"Ini semua diamankan di wilayah hukum Polrestabes Semarang. Sepeda motor maupun mobil sempat dilarikan di Kabupaten yang ada di Jawa Tengah," tuturnya.

Menurut Kapolrestabes, pelaku yang saat ini ditahan di Mapolrestabes Semarang berasal dari berbagai daerah. Modus mereka kebanyakan menggunakan lunci Letter T untuk merusk lubang kunci sepeda motor.

"Operasi Jaran Candi 2017 telah selesai. Kami tidak akan berhenti, dan akan terus menangkap pelaku kejahatan," tegasnya.

Kepada masyarakat yang merasa kehilangan sepeda motor agar segera menghubungi Polrestabes Semarang untuk mengambilnya, dengan mencocokkan dokumen kendaraan. Gratis.

"Pengambilan dapat dilakukan dengan membawa surat-surat lengkap. Saya ingatkan pengambilan motor tidak dipungut biaya," tegasnya. (*)

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved