Breaking News:

Talut Sungai Pemali Belum Rampung Dibangun tapi Sudah Roboh

Talut Sungai Pemali sepanjang kurang lebih 100 meter di Desa Tengki, Kabupaten Brebes roboh. Ironisnya, talut tersebut masih dalam proses pengerjaan.

TRIBUNJATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Talut Sungai Pemali sepanjang kurang lebih 100 meter di Desa Tengki, Kabupaten Brebes roboh. Ironisnya, talut tersebut masih dalam proses pengerjaan. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Talut Sungai Pemali sepanjang kurang lebih 100 meter di Desa Tengki, Kabupaten Brebes roboh.

Ironisnya, talut tersebut masih dalam proses pekerjaan.

Proyek pembangunan talut dilakukan lantaran tanggul sungai terpanjang di Brebes itu jebol akibat banjir bandang Brebes beberapa waktu lalu.

Berdasarkan informasi, proyek dikerjakan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Desa Tengki, Akhmad Saripin, mengatakan tidak tahu sama sekali proyek talut.

"Proyek tersebut dikerjakan kalau tidak salah pada April 2017 lalu. Ambruk atau robohnya talut diperkirakan satu bulan yang lalu," kata Akhmad, Sabtu (19/8/2017).

Menurutnya, pihak kementerian desa sempat didatangi pelaksana proyek saat alat-alat berat diterjunkan ke lokasi proyek.

Bahkan, pada saat awal pekerjaan proyek, warga diundang untuk doa bersama tanda dimulainya kegiatan di lokasi tersebut.

"Saya tidak tahu kenapa talut yang belum selesai dikerjakan sudah roboh. Padahal, talud tersebut difungsikan untuk menahan derasnya air dari Sungai Pemali," ujarnya.

Ia mengatakan jebolnya talut bisa saja tidak kuat menahan derasnya air sungai. Dikhawatirkan, jika tanggul dibiarkan jebol dan tidak diperbaiki, maka beberapa desa di Pantura Kecamatan Brebes termasuk Tengki bisa terendam banjir.

Sementara, Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan Desa Tengki, Adi Sucipto menuturkan, dirinya pernah menanyakan terkait proyek talut tersebut kepada Dinas PSDA.

"Informasi yang saya terima, pekerjaannya dilaksanakan oleh Dinas PSDA Provinsi Jawa Tengah. Menurut keterangan dari pihak PSDA, penyebab ambrolnya talut yang belum kelar pekerjaannya, karena faktor alam," tuturnya.

Adi menambahkan, dirinya tidak mengerti secara jelas faktor alam yang dimaksud oleh pihak PSDA. Namun, secara umum dijelaskan karena labilnya tanah di lokasi proyek mengakibatkan talut tidak kuat sehingga ambruk. (*)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved