Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berawal dari Nonton Film, Mahasiswa Ini Sukses Buka Dua Kedai Kopi

Dharma Putra Pratama mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro telah memiliki dua kedai kopi dari kegigihannya berwirausaha.

Penulis: Alexander Devanda Wisnu P | Editor: bakti buwono budiasto
ISTIMEWA
Dharma Kafe Kopi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Alexander Devanda Wisnu P

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dharma Putra Pratama mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro telah memiliki dua kedai kopi dari kegigihannya berwirausaha.

Film Filosofi Kopi menjadi inspirasinya untuk membuka kedai kopi.

Berawal dari kegemarannya minum kopi, Dharma Putra Pratama atau akrab disapa dharma merintis usahanya dari membuka kedai kecil di Udinus.

Dharma mengatakan membuat kedai kopi tidak terpikirkan sebelumnya.

" Saya ingin sekali berwirausaha namun bingung wirausaha apa, pernah tercetus membuka toko baju namun kesulitan mencari investor. Kegemaran saya ngopi di kedai-kedai kopi sekaligus bertanya kepada kedai kopi ternyata bisnis kopi menjanjikan di Semarang," ujar Dharma saat diwawancara, Senin (21/08/2017).

Ia menambahkan budaya orang kota yang berubah menjadi investasi yang baik.

Baca: Mediasi Warga dan Penghuni Asrama Papua Berakhir Damai

"Semua orang kenal kopi dan suka kopi, tapi juga tidak semuanya suka kopi. Namun budaya sekarang itu ada yang kerja di kedai kopi, juga ada yang belajar di kedai kopi. Konsumen itu yang jadi investasi yang berharga," tambahnya.

Dua kedai kopinya bernama kedai kopi 'waktungopi' dan kedai kopi 'semilir'.

"Saya waktu itu nonton Filosofi Kopi terus mulai ada ide buat kedai kopi. Hasil berdiskusi sama teman dan mencari partner akhirnya membuka kedai yang pertama di tenda wirausaha Udinus bernama Waktungopi dan kedua Semilir di jl Panembahan Senopati, Ngaliyan, Semarang" tuturnya.

Seorang pengunjung, Restania mengaku nyaman di kedai kopi semilir karena pemandangannya bagus dan kualitas rasa kopinya juga enak.

Baca: GOL! PSIS Unggul 1-0 Atas Persis Solo di Stadion Jatidiri di Babak Pertama

"Saya suka dengan pemandangan di kedai kopi Semilir, ini seperti di kedai kopi bandungan, rasanya pun enak. Soal harga, terjangkau untuk kalangan mahasiswa dan pekerja," ujar Restania.

Dani, pengunjung lainnya menuturkan senang dengan dibukanya kedai di area ngaliyan.

"Saya senang ada kedai kopi di ngaliyan, jadi bisa banyak tempat untuk nongkrong dan buat tugas sama teman-teman. lagipula tempatnya juga dekat dengan rumah," tutur Dani. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved