LIPUTAN KHUSUS

Coba Pikir, Pilih Bayar Denda Tilang ke Bank atau ATM atau Titip ke Petugas?

Coba Pikir, Pilih Bayar Denda Tilang ke Bank atau ATM atau Titip ke Petugas? Penggunaan IT untuk pelayanan masyarakat pasti membawa dampak positif yan

Coba Pikir, Pilih Bayar Denda Tilang ke Bank atau ATM atau Titip ke Petugas?
tribunjateng/dok
FOTO DOKUMEN 

News Analyis oleh Solichul Huda/Ahli IT dan Direktur IEW

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penerapan e-tilang merupakan satu terobosan Polri untuk mengurangi terjadinya pungli dalam penindakan pelanggaran lalu lintas. Saya mengapresiasi pimpinan polri yang menggunakan perangkat IT untuk memudahkan pembayaran denda itu.

E-tilang bertujuan memperkecil terjadinya pungli dengan cara mempermudah pembayaran denda pelanggaran.

Aplikasi e-tilang itu menggunakan perangkat telepon seluler yang terhubung ke jaringan komputer. Dengan sistem ini, aplikasi e-tilang terkoneksi data pelanggaran dan denda, data samsat, dan database bank.

Ketika terjadi pelanggaran, petugas memasukkan data pelanggaran, dan aplikasi ini akan menampilkan besaran denda. Kemudian aplikasi itu akan mengakses data bank untuk meminta kode pembayaran. Kode pembayaran itu akan dikirimkan lewat sms ke pelanggar.

Penggunaan IT untuk pelayanan masyarakat pasti membawa dampak positif yang cukup besar. Pertama, pelanggar dipastikan lebih senang membayar denda lewat ATM atau bank dibandingkan dengan titip ke petugas, karena lebih cepat dan lebih murah.

Dampak positif kedua, membuka jaringan database di Kepolisian, misalnya data pemilik SIM, dan data kendaraan bermotor. Sehingga, pengembangan sistem e-tilang itu nantinya bisa mengarah pada ketidakharusan membawa fisik KTP dan STNK, atau bisa berupa foto di HP yang ditunjukkan ketika ada operasi.

Sebagaimana penggunaan IT, aplikasi ini juga ada efek negatifnya. Yaitu keterlambatan pengambilan uang denda dari bank. Selain itu, sistem ini butuh bandwidth, sehingga seandainya lokasi operasi memiliki sinyal yang kecil, pemberian denda menjadi terhambat atau malah gagal.

Yang perlu diperhatikan petugas ketika operasi, penentuan lokasi harus yang sinyalnya kuat sesuai dengan operator selulernya yang dipakai. Kepolisian juga sebaiknya menyiapkan HP yang menggunakan operator seluler yang jaringannya banyak.

Dari sisi keamanan, celah gangguannya banyak, yaitu dilakukan hacker, misalnya mengganti data tilang. Tetapi, melihat keuntungan yang diperoleh, kemungkinan kecil ada hacker yang mau mengganggu. (tribunjateng/cetak/lipsus)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved