Breaking News:

Partono Sebut Baru 7 Desa Wisata di Kabupaten Semarang yang Berkembang Baik

Di Kabupaten Semarang ada 32 desa wisata. Memang yang sudah berkembang secara baik, baru sekitar 7 desa

Penulis: deni setiawan | Editor: muslimah
Tribun Jateng/Deni Setiawan
Ribuan warga menyaksikan arak-arakan Merti Desa Kemetul Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang, Jumat (18/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang Partono tidak menampik apabila masih cukup banyak desa yang telah dirintis pemerintah setempat sebagai desa wisata, belum berkembang. Meskipun demikian, pihaknya mengklaim tidak akan pernah berhenti untuk terlibat dalam upaya pengembangannya.

"Di Kabupaten Semarang ada 32 desa wisata. Memang yang sudah berkembang secara baik, baru sekitar 7 desa. Lainnya masih sebatas pada rintisan, belum optimal dalam pengembangannya. Dan itu memang masih menjadi catatan serta pekerjaan rumah kami untuk membantu pengembangan desa wisata tersebut," kata Partono kepada Tribun Jateng, Minggu (20/8/2017).

Dia menjabarkan, ketujuh desa wisata yang sudah berkembang dan bisa ditiru oleh desa lainnya di Kabupaten Semarang adalah Desa Brongkol, Desa Genting, Desa Gemawang Kecamatan Jambu, Desa Keseneng Kecamatan Sumowono, Desa Lerep Kecamatan Ungaran Barat, Desa Kemetul Kecamatan Susukan, dan Desa Bejalen Kecamatan Ambarawa.

"Seperti di Desa Kemetul, sudah tiga tahun terakhir ini kami lakukan pembinaan secara rutin di sana. Dan dari catatan kami, progress dari tahun ke tahun semakin baik, berkembang atas berbagai potensi yang diandalkan di sana, khususnya berkait dengan bidang kepariwisataan. Apalagi seluruh desa itu ditunjang kondisi alam," ucapnya.

Menurutnya, dalam hal mempromosikan desa-desa wisata yang ada di wilayahnya tersebut sudah dilakukan secara rutin dan di berbagai kesempatan. Bahkan, pihaknya pun setiap tahun mengajak para pelaku wisata di tiap desa itu untuk study di daerah lain. Sebagai contoh di Bali maupun daerah lainnya.

"Memang mungkin dalam promosinya belum optimal. Tetapi untuk memajukan suatu wisata, terlebih itu adalah desa wisata, tidak bisa dilakukan dalam waktu sekejap. Banyak tahapan agar benar-benar desa tersebut siap menyambut wisatawan atau dinamai desa wisata. Itu yang kini sedang terus kami laksanakan," terangnya.

Adapun yang sedang dilakukan secara rutin dan intensif, lanjut Partono, yakni berupa pembinaan bersifat teknis. Terutama tentang penguatan kelembagaan. Itu yang saat ini menjadi fokus di Dinas Pariwisata dalam pembinaannya.

"Ya jangan sampai desa sudah bisa berkembang, tetapi ternyata dari sisi kelembagaan belum kuat. Nantinya bisa kacau. Berhasil atau berkembang tidaknya suatu desa wisata itu tidak sekadar dilihat dari satu sisi, tetapi di seluruh sisi. Baik itu teknis maupun teknisnya. Semua itu muaranya nanti adalah semakin sejahtera dan meningkat ekonomi masyarakatnya," tuturnya.

Dia pun berharap, untuk pengembangan desa wisata juga tidak sekadar menjadi tanggungjawab sepenuhnya pemerintah. Tetapi juga harus didukung masyarakat di desa tersebut. Harapannya, mereka dapat selalu untuk terus berinovasi. Setidaknya, tak sekadar menjual potensi alam ataupun yang bersifat buatan. Tetapi juga bisa menjual produk olahan, kuliner khas, hingga penyediaan homestay. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved