RATUSAN Awak Angkot Salatiga Mogok Tolak Kehadiran Gojek
Ratusan awak angkot Kota Salatiga mogok di Bundan Tamansari dekat Rumah Dinas Walikota jalan Diponegoro Kota Salatga, Senin 21 Agustus 2017.
Penulis: deni setiawan | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Ratusan awak angkot Kota Salatiga mogok di Bundan Tamansari dekat Rumah Dinas Walikota jalan Diponegoro Kota Salatga, Senin 21 Agustus 2017. Sama dengan tuntutan yang pernah disampaikan 26 Juli silam, mereka menolak kehadiran gojek atau sarana transportasi berbasis aplikasi di Kota Salatiga.
Sejumlah awak angkutan kota yang tergabung dalam Induk Paguyuban Angkota Salatiga (IPAS) menggelar aksi penolakan Gojek di wilayah Kota Salatiga. Akibat aksi mogok itu, jalur di bundaran Tamansari lumpuh.
Ada sekitar 423 armada atau 600an awak angkot mogok mulai pukul 08.00 hingga pukul 12.00.
Di sela-sela aksi, beberapa perwakilan yang tergabung dalam IPAS dan juga DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Salatiga bertemu dengan Wali Kota Salatiga Yuliyanto bersama para pejabat yang tergabung dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) Kota Salatiga di Rumah Dinas Wali Kota Salatiga.
Mereka, melalui juru bicaranya, Ketua IPAS Agus Siswanto secara umum memiliki visi maupun misi yang sama. Yakni secara tegas menyatakan diri serta menyampaikan aspirasi para awak angkota di Salatiga untuk menolak keberadaan Gojek.
"Kami menggelar aksi dan menyampaikan aspirasi dengan cara turun ke jalan ini karena kesal. Meskipun sejak awal Pemkot Salatiga secara tegas telah melarang operasional Gojek di Kota Salatiga, tetapi hingga saat ini masih kami jumpai. Mereka tetap beroperasi, meskipun dalam aktivitasnya tidak mengenakan atribut Gojek," jelas Agus.
Kepada Tribunjateng.com, Senin (21/8/2017), pihaknya kemudian kembali meminta kejelasan serta kepastian kepada Pemkot Salatiga. Sekaligus meminta penjelasan sejauh mana tindakan-tindakan yang telah dilakukan hingga saat ini.
"Pedoman kami tetap sejak awal yakni menolak Gojek beroperasi di Kota Salatiga. Kami terus terang bertambah resah, pasca aksi yang pertama ketika itu, ternyata dijumpai oleh beberapa awak angkuta masih ada aktivitas operasional ojek online tersebut. Termasuk juga kantornya di Jalan Moh Yamin Salatiga," terangnya. (tribunjateng/deni setiawan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/angkot-di-salatiga-mogok-tolak-kehadiran-gojek_20170821_162153.jpg)