Divonis Delapan Tahun Penjara, Perempuan Ini Menangis Terisak-isak di Depan Hakim

Karena banyaknya terdakwa yang mengantre untuk disidangkan, ketua majelis hakim Manungku langsung membacakan amar putusan.

Divonis Delapan Tahun Penjara, Perempuan Ini Menangis Terisak-isak di Depan Hakim
TRIBUN JATENG/RAHDYAN TRIJOKO P
Terdakwa kasus narkoba, Lisa Fantita, menangis dalam pelukan keluarganya di luar ruang sidang Pengadilan Negeri Semarang, Selasa (22/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rahdyan Trijoko Pamungkas

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Isak tangis Lisa Fantita pecah setelah mendengar putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Semarang, Selasa (22/8/2017).

Terdakwa kasus kepemilikan sabu-sabu itu sudah berurai air mata sejak menunggu giliran disidang.

Dia didampingi penasihat hukum dan keluarga.

Karena banyaknya terdakwa yang mengantre untuk disidangkan, ketua majelis hakim Manungku langsung membacakan amar putusan.

Lisa dinyatakan bersalah karena kedapatan memiliki narkotika jenis sabu-sabu sekitar enam gram.

Majelis hakim pun menjatuhkan hukuman delapan tahun penjara dikurangi masa tahanan.

"Terdakwa juga dikenai denda sebesar Rp 1 miliar dan apabila tidak dapat membayar digantikan hukuman kurungan selama tiga bulan penjara," ujar Manungku.

Setelah membacakan putusan, majelis hakim memberi kesempatan kepada terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk mengajukan banding.

"Saya beri kesempatan untuk mengajukan banding kepada terdakwa dan JPU selama tujuh hari setelah putusan," tuturnya.

Halaman
123
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved