Rencana Penataan Kompleks Parlemen Dikritik, Fahri Hamzah: Baru Ngomong Sudah Ribut Sedunia

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mempertanyakan reaksi publik terhadap rencana penataan Kompleks Parlemen.

Rencana Penataan Kompleks Parlemen Dikritik, Fahri Hamzah: Baru Ngomong Sudah Ribut Sedunia
KOMPAS.com/Nabilla Tashandra
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (28/7/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mempertanyakan reaksi publik terhadap rencana penataan Kompleks Parlemen.

Penataan Kompleks Parlemen di antaranya terkait rencana pembangunan gedung baru pengganti Gedung Nusantara I, pembangunan alun-alun demokrasi, hingga museum dan perpustakaan.

"Masa kami mau berwacana mengintegrasikan kawasan parlemen saja kita ribut sedunia? Pemerintah mau mindahin Ibu Kota, ya kita biasa-biasa saja, santai saja," ujar Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/8/2017).

Fahri menegaskan, kuasa pengguna anggaran berada di tangan eskekutif. Sedangkan legislatif, dalam hal ini, hanya memberikan ide.

(Baca: Batal Bangun Apartemen Tapi DPR RI Tetap Ingin Gedung Baru)

Eksekusi penataan Kompleks Parlemen berada di Sekjretaris Jenderal DPR yang kemudian dibahas kembali di Badan Anggaran untuk disetujui atau tidak.

"Kan ada pemerintahnya, di situ pada saat pembahasan anggaran," ucap dia.

Mengenai pembangunan apartemen anggota DPR yang dibatalkan, Fahri menuturkan, hal tersebut karena Ketua DPR RI Setya Novanto tak ingin ribut.

"Masalahnya, kami baru ngomong ini, kawasan harus ditata begini, begini. Ini sudah jadi ribut sedunia padahal belum ada rencananya," kata dia.

Sebelumnya, Setya Novanto menegaskan, pembangunan apartemen anggota DPR belum perlu dilakukan.

Halaman
12
Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved