Penyakit HIV/Aids Tidak Tercover Dalam BPJS Kesehatan, Ini Sebabnya

"Sesuai peraturan menteri (Permenkes Nomor 59 Tahun 2014) untuk penyakit HIV/Aids tidak tercover oleh BPJS Kesehatan,"

Tribunjateng/Suharno
Kepala Kantor BPJS Kesehatan Ungaran, Juliansyah. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Kepala Badan Penjamin Jaminan Sosial (BPJS) Kantor Cabang Ungaran, Juliansyah mengatakan penyakit HIV/Aids tidak tercover dalam Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

"Sesuai peraturan menteri (Permenkes Nomor 59 Tahun 2014) untuk penyakit HIV/Aids tidak tercover oleh BPJS Kesehatan," kata Juliansyah, Rabu (23/8/2017).

Juliansyah menambahkan untuk penyakit HIV/Aids sudah ada program tersendiri dari pemerintah pusat hingga daerah.

"Namun bukan berarti penderita HIV/Aids tidak bisa menjadi peserta JKN-KIS. Mereka bisa menjadi peserta JKN-KIS, namun hanya penyakit yang tidak disebabkan oleh virus HIV yang dapat tercover seperti diare atau pusing," sambungnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang melalui Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Mas Dady Dharmadi akan melakukan pendataan penderita HIV/Aids (Odha) di daerah berslogan Bumi Serasi.

Setelah dilakukan pendataan, para Odha ini nantinya akan diikutsertakan dalam program BPJS Kesehatan.

"Nantinya (Odha) didaftarkan kepesertaannya melalui jalur Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang didanai dari APBD Kabupaten Semarang. Hanya perlu membawa KTP, KK dan surat keterangan tidak mampu atas nama Odha dan anggota keluarganya ke Dinkes," kata Mas Dady. (*)

Penulis: suharno
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved