Pilgub Jateng

Pemilih Jateng Tak Peduli Parpol Tapi Calon Gubernur yang Diusung

"sebagian besar pemilih (46,5 persen) ternyata tidak mempertimbangkan parpol sebagai pengusung pasangan calon," kata Direktur LPSI, Muchamad Yulianto

Pemilih Jateng Tak Peduli Parpol Tapi Calon Gubernur yang Diusung
tribunjateng/m nur huda
Maskot Pilgub Jateng 2018 berupa SEMAR 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Hasil survei Lembaga Pengkajian dan Survei Indonesia (LPSI) mengenai pemetaan perilaku pemilih dan dinamika politik di Jateng saat ini, ternyata sejumlah 46,5 persen masyarakat di Jawa Tengah tidak mempedulikan partai apa yang mendukung pasangan calon di Pilgub.

Masyarakat di Jateng lebih banyak memilih keberadaan figur terkait dengan kualitas, kapasitas pribadi, kepemimpinan, integritas, dan visi bagi Jateng ke depan, dibanding partai politik pengusungnya.

"Hal ini penting untuk dicermati elit parpol bahwa sebagian besar pemilih (46,5 persen) ternyata tidak mempertimbangkan parpol sebagai pengusung pasangan calon," kata Direktur LPSI, Muchamad Yulianto saat menggelar konferensi pers, di Semarang, Jumat (25/8/2017).

Menurutnya, wacana yang digadang oleh sejumlah partai politik di Jawa Tengah beberapa waktu terakhir, yakni 'head to head' antara koalisi besar gabungan dari sejumlah partai melawan kekuatan dominasi PDI Perjuangan, sulit memengaruhi keterpilihan masyarakat.

Baca: Selamat! Aplikasi Ijus Melon Pemkot Semarang Raih Penghargaan

Yulianto menegaskan, hal itu merupakan kondisi riil masyarakat di Jateng saat ini. Artinya, survei yang digelar 4-15 Agustus 2017, mengambil 3.000 responden di 35 kabupaten dan kota di Jateng dengan metode multistage random sampling dengan margin eror 3,0 persen, perlu jadi perhatian elit parpol.

"Maka koalisi besar pun nggak berpengaruh sebab masyarakat melihat figurnya, dan itu terjadi di Jateng," ujarnya.

Baca: Hore, 13.000 Warga Jateng Bakal Dapat Kartu Jateng Sejahtera

Sedangkan sekitar 53,5 persen lainnya, lanjut Yulianto, bisa jadi saat ini masih belum menentukan pilihan karena gelaran Pilgub Jateng masih sekitar 10 bulan ke depan. Atau sebagian persen lainnya memilih pasangan calon yang diusung oleh parpol.

Di sisi lain, kata Yuli, afiliasi politik yang menunjukan basis konstituen loyalis parpol dalam kondisi silent atau tak ada kegiatan kampanye saat ini yaitu, PDI Perjuangan (12,0 persen), PKB (4,90 persen), Golkar (2,90 persen), Gerindra (2,50 persen), PPP (1,10 persen), dan parpol lain di bawah 1,0 persen.

Baca: Kekeringan, Hanya di Sumur Inilah Tiga Desa di Kendal Dapat Air Bersih

"Jadi ini menunjukan Jawa tengah masih menjadi 'kandang banteng' untuk pilgub 2018 maupun pileg 2019. Sehingga, kalau melihat saat ini maka semua parpol menunggu siapa calon dari PDI Perjuangan," kata dosen komunikasi politik FISIP Undip ini.

Pada survei LPSI, juga muncul pertimbangan pemilih saat menentukan pilihan calon dalam Pilgub. Antaralain 31,1 persen melihat program kerja yang ditawarkan calon, 23,3 persen suka calon yang merakyat atau blusukan ke daerah, 12,7 persen suka calon yang punya prestasi kerja sebagai pemimpin.

"Dan 12,6 persen masyarakat ingin memilih pemimpin yang berpengalaman memimpin dengan baik," ujarnya.(*)

Penulis: m nur huda
Editor: bakti buwono budiasto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved