9 Orang di Grobogan Jadi Korban First Travel. Mereka Tergiur Tawaran Lewat Facebook

Sembilan warga Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, melaporkan First Travel ke Kantor Kementerian Agama Grobogan atas penipuan.

9 Orang di Grobogan Jadi Korban First Travel. Mereka Tergiur Tawaran Lewat Facebook
Kompas.com/Alsadad Rudi
Loket-loket pelayanan di kantor pusat First Travel di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, masih kosong saat para calon jemaah umrah berdatangan pada Senin (24/7/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, GROBOGAN - Sembilan warga Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, melaporkan Perusahaan Penyelenggaraan Ibadah Umroh (PPIU) First Travel ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Grobogan.

Sembilan orang tersebut merupakan anggota dari dua keluarga. Mereka mengaku menjadi korban penipuan First Travel lantaran tak jadi diberangkatkan ke Tanah Suci.

"Kemarin, sembilan orang itu melapor ke kami. Ada bukti transfer dan pendaftaran umroh ke First Travel. Mereka mendaftar via online. Belakangan, First Travel tak bisa dihubungi lagi," kata Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Grobogan, Hambali, Sabtu (26/8/2017).

Disampaikan Hambali, sembilan orang itu diketahui mulai registrasi pada 2016. Sebagian dijadwalkan berangkat pada Mei 2017 dan November 2017.

"Mereka sudah melunasi biaya umroh yang ditawarkan lewat cara mentransfer uang Rp 14 juta per kepala. Totalnya, Rp 150 juta lebih," kata Hambali.

(Baca: Jadi Korban First Travel, Wanita Tukang Pijat Ini Gagal Berangkat Umrah, Padahal . . .)

Menurut Hambali, masih ada ratusan warga Kabupaten Grobogan yang menjadi korban First Travel. Mereka mendaftar melalui perantara kantor perantara Jateng di Semarang.

Korban langsung berupaya melaporkan kasus yang mereka alami ke pihak Kementerian Agama RI atau ke Kepolisian. Bahkan, juga mendatangi kantor First Travel.

"Ada 160-an orang Grobogan yang mendaftar ke First Travel melalui perantara itu. Mereka sudah menyetor Rp 15 juta per kepala. Jadwalnya, diberangkatkan April tahun ini. Tapi belum ada kejelasan hingga saat ini," pungkasnya.

(Baca: Bos First Travel Ternyata Sudah Jaminkan Rumah dan Mobilnya)

Seorang korban warga Kecamatan Karangrayung, Muslih Maskun, mengaku mengetahui First Travel melalui Facebook. Ia dan korban lain tertarik akan promo umroh murah senilai Rp 14,3 juta.

Mereka pun tidak meragukan legalitas First Travel. "Kami percaya saja, terlebih sudah ada ratusan warga Grobogan yang berangkat umroh pada 2015 melalui jasa First Travel. Pikir kami, biaya umroh Rp 14 juta itu murah karena umumnya umroh itu Rp 23 juta. Sekarang ini, kami berharap, uang kami dikembalikan," tutur Pengawas TK dan SD UPTD Pendidikan, Kecamatan Karangrayung ini. (Kompas.com)

Berita ini sudah tayang di Kompas.com, Sabtu (26/8/2017), dengan judul: Sebagian Warga Grobogan Mendaftar First Travel Secara "Online"

Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved