Dewan Pertanyakan Keseriusan Pemkot Salatiga Realisasikan Exit Tol di Simpang Susun Patimura

Ketua DPRD Kota Salatiga Teddy Sulistyo mempertanyakan keseriusan Pemkot Salatiga terkait pembuatan exit tol di Simpang Susun Patimura.

Dewan Pertanyakan Keseriusan Pemkot Salatiga Realisasikan Exit Tol di Simpang Susun Patimura
DOK. PT TRANS MARGA JATENG
Gerbang tol Salatiga di ujung ruas tol Bawen-Salatiga dengan pemandangan Gunung Merbabu di Jawa Tengah, Senin (5/6/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Ketua DPRD Kota Salatiga Teddy Sulistyo mempertanyakan keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga terkait pembuatan exit tol di Simpang Susun Patimura. Sejak diusulkan 2009, hingga kini, tak ada kabar dari pemerintah pusat terkait proyek tersebut.

Teddy semakin khawatir usulan itu tak akan terealisasi lantaran pemerintah pusat bakal meresmikan operasional ruas Bawen-Salatiga.

“Kekhawatiran kami, Kota Salatiga bakal semakin sepi. Kasihan hotel-hotel maupun pusat kuliner yang ada di kota ini,” kata Teddy kepada Tribunjateng.com, Minggu (27/8/2017).

Menurutnya, konsep pembangunan gardu pandang di sekitar Gerbang Tol Salatiga dapat menarik wisatawan singgah di Kota Hati Beriman. “Tetapi, sejak wacana itu digulirkan Pemkot Salatiga, belum ada realisasinya juga. Dan, terkait exit tol di Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo, semestinya pemkot proaktif,” ucapnya.

(Baca: Menteri Basuki Targetkan Jalan Tol Salatiga-Solo Dioperasionalkan Akhir Tahun 2018)

“Tolonglah, Pemkot Salatiga bisa serius dan proaktif. Jangan sekadar menunggu dan menunggu. Agar jelas, bisa tidak terealisasi. Kalau tidak bisa, kan perlu cari solusi bersama agar kota ini nantinya tidak mati suri,” ujar Teddy.

Maret lalu, Pemkot Salatiga telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait pembangunan exit tol tambahan di Kota Salatiga. Ada empat syarat yang harus dipenuhi, di antaranya, harus bisa dilintasi bus maupun truk.

“Untuk syarat lain, tidak ada masalah, misalnya terkait kenyamanan, keamanan, maupun penyediaan sarana prasarana pendukung. Ketersediaan lahan untuk membangunnya pun sudah kami koordinasikan dengan Pemkab Semarang dan sejauh ini tidak ada masalah,” ucap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Salatiga Agung Hendratmoko. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved