Sabtu, 30 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Reyhan Tak Punya Tangan Kanan Sejak Lahir, Sebentar Lagi Punya Tangan Palsu

Pembagian kaki dan tangan palsu ini akan berlangsung rutin setiap tahun, termasuk kursi roda.

Tayang:
Penulis: dini | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUN JATENG/DINI SUCIATININGRUM
Relawan Yayasan Tuna Daksa mengukur Reyhan dalam kegiatan pemberian tangan dan kaki palsu oleh Kospin Sekartama Kendal, , Minggu (27/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini Suciatiningrum

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Raut wajah Reyhan terlihat tegang tatkala relawan dari Yayasan Tuna Daksa mengulur meteran di tangan kanannya, Minggu (27/8/2017).

Ketegangan itu ternyata berasal dari perasaan senang sekaligus gugup.

Tidak lama lagi, bocah berusia 7 tahun ini akan memiliki tangan palsu.

Sejak lahir, Rayhan tak memiliki tangan kanan.

Pelajar kelas 1 sekolah dasar ini menggunakan tangan kiri dalam beraktivitas sehari-hari.

Makan, menulis, bahkan bermain sepeda.

"Saya bisa main sepeda pakai satu tangan saja, Kalau sudah ada tangan palsu, saya pakai dua tangan seperti teman-teman lain," tuturnya malu-malu.

Siang itu di Sekartama Waterland, Weleri, bukan hanya Reyhan yang mengukur tangan dan kaki untuk pembuatan organ palsu.

Ada ratusan penyandang disabilitas yang berasal dari berbagai daerah di Jateng dan Yogyakarta.

Ketua Koperasi Sekartama Kristian Hardianto mengatakan, pengukuran dan pemberian tangan dan kaki palsu se-Jateng dan DIY ini sebagai bentuk kepedulian dan rasa syukur atas kemajuan bisnisnya.

Dia menargetkan kegiatan yang berlangsung dua hari ini bisa merangkul 140 orang dari berbagai daerah.

"Melalui kegiatan ini, saya tekankan kepada karyawan bahwa tak melulu terbaik soal layanan keuangan. Kospin Sekartama juga selalu mencoba menjadi yang terdepan dalam kegiatan kemasyarakatan, kali ini membagikan kaki dan tangan palsu," ujar Kristian yang juga ketua Asosiasi Yayasan Untuk Bangsa (AYUB) Jateng ini.

Pembagian kaki dan tangan palsu ini akan berlangsung rutin setiap tahun, termasuk kursi roda.

"Saya berharap orang yang mendapatkan bantuan ini menjadi pribadi yang bernilai dan lebih percaya diri. Kemudian bisa menginspirasi lembaga atau institusi lain agar tak hanya mengejar profit melainkan juga misi sosial," harapnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved