Alamak, Ada 8.800 ATM Bank Besar Offline

Gangguan transponder satelit Telkom 1 menyebabkan beberapa fasilitas Anjungan Tunai Mandiri (ATM) perbankan di Indonesia terganggu. Tercatat ada seban

Alamak, Ada 8.800 ATM Bank Besar Offline
Tribun Jateng/Deni Setiawan/DOK
ilustrasi - Seorang warga menarik uang di ATM 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Gangguan transponder satelit Telkom 1 menyebabkan beberapa fasilitas Anjungan Tunai Mandiri (ATM) perbankan di Indonesia terganggu. Tercatat ada sebanyak 8.800 ATM bank besar mengalami dampak gangguan satelit tersebut.

Di gerai BCA, sebanyak 5000 ATM dan 100 kantor kas terganggu. Demikian juga sebanyak 2 ribu ATM Mandiri dari total 17.695 terdampak. BNI juga mencatat jumlah gangguan ATM sebanyak 1.500 dari total ATM sebanyak 16.000 ATM.

BRI merupakan bank besar yang tidak terlalu besar terdampak gangguan satelit ini, yaitu hanya 300 ATM dari total 20.000 ATM. Relatif tidak terganggunya ATM BRI ini karena ATM bank berkode BBRI ini sebagian besar sudah menggunakan satelit sendiri yaitu BRISat.

"Perbankan saat ini terus mengupayakan jarigan komunikasi alternatif sambil menunggu perbaikan satelit Telkom 1," ujar Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA, Minggu (27/8).

BCA saat ini berkoordinasi dengan Rintis dan Telkom untuk mengatasi komunikasi ATM. BCA juga mempersiapkan cabang untuk bersiaga dengan layanan yang lebih intensif agar kebutuhan uang tunai nasabah terpenuhi.

Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Nafas mengatakan, mesin ATM yang terganggu adalah adalah mesin ATM yang menggunakan jaringan VSAT. "Saat ini, proses perbaikan bersama Telkom sedang dilakukan, dimana Telkom mengalihkan jaringan ke satelit Telkom 3 sebagai bagian dari recovery selama proses perbaikan satelit Telkom 1 selesai dilakukan," ujar Rohan

Operasional Lancar

Sedangkan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara memastikan operasional bank tetap lancar meski terjadi permasalahan layanan ATM sejak Jumat (25/8) sore akibat gangguan pada satelit Telkom-1.

"Kami sebagai otoritas pembayaran, memastikan bank-bank melakukan operasinya tetap lancar dan ATM yang mengalami gangguan harus segera dipindahkan jalurnya," kata Mirza dalam acara pelatihan wartawan di Yogyakarta, Minggu (27/8) kemarin.

Mirza mengatakan Bank Indonesia telah menerima laporan dari bank-bank yang terkena dampak dari anomali Satelit Telkom-1 dan tidak seluruh ATM mengalami gangguan tersebut. "Yang terganggu bukan seluruh ATM, tapi sebagian jaringan ATM, karena tidak semuanya menggunakan (jaringan) VSAT," sambung dia.

Mirza memastikan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk telah berupaya mengatasi persoalan ini dan layanan sistem pembayaran tetap berjalan seperti biasa. Mirza juga menegaskan BI terus memantau perkembangan pemulihan gangguan tersebut dan berkoordinasi dengan perbankan maupun lembaga-lembaga terkait.

Perbaikan

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Agusman menambahkan, bank yang mengalami gangguan ATM bersama Telkom sedang melakukan upaya pemulihan. Tinda pemulihan yang telah dilakukan, kata dia, adalah dengan mengalihkan koneksi dari satelit yang terganggu ke satelit Telkom 3S ataupun satelit lainnya.

Agusman mengatakan BI sebagai otoritas sistem pembayaran dan pengelolaan uang rupiah siap mendukung perbankan dalam melayani transfer dana masyarakat. "Sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS), Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI), dan Bank Indonesia Scripless Securities Settlement System (BI-SSSS) masih berjalan dengan normal," tandasnya.

Sebelumnya, Satelit Telkom 1 mengalami gangguan berupa pergeseran pointing antena satelit. Gangguan satelit tersebut mengakibatkan mesin ATM dari sejumlah bank mengalami off line. (Tribunjateng/cetak/KONTAN/antaranews.com)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved