SUCCESS STORY
Devri Jaring Potensi Sektor Infrastruktur dengan Empat Perusahaan
Devri Jaring Potensi Sektor Infrastruktur dengan Empat Perusahaan. Devri dipercaya untuk memimpin menjadi Ketua Gapensi Kota Semarang 2014-2019.
Penulis: raka f pujangga | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bercita-cita menjadi bagian dalam perkembangan kota, membuat Devri Alfiandy memutuskan untuk menjadi wiraswasta di bidang penyedia jasa konstruksi sejak tahun 1990-an. Bahkan karena kepeduliannya kepada sesama penyedia jasa konstruksi, Devri dipercaya untuk memimpin menjadi Ketua Gapensi Kota Semarang 2014-2019. Devri mendorong penyedia jasa konstruksi untuk bisa bekerja jujur, dan menjalankan semua pekerjaan sesuai amanah.
.
Berikut kutipan wawancara Raka F Pujangga, wartawan Tribun Jateng saat ditemui di kantornya Jalan Sriwijaya Semarang, baru-baru ini :
Bagaimana cerita awalnya mendirikan perusahaan konstruksi?
Awalnya dulu memang waktu masih sekolah itu sudah bercita-cita ingin menjadi wiraswasta.Lalu pada tahun 1994 saya membuat perusahaan CV Bahan Karya, dulu di bidang konstruksi mulai dari nol.
Kemudian sampai tahun 2005, saya membuat perusahaan menengah ke atas untuk bisa melayani proyek dengan nilai besar, saya bentuk PT Aya Sophia Primatama.
Keinginan saya menjadi wiraswasta itu tercipta dari CV sampai punya PT, dan sekarang saya sudah mempunyai empat perusahaan di bawah Aya Shopia Grup.
Empat perusahaan tersebut bergerak masing-masing untuk menyediakan jasa konstruksi, kalau nilai proyeknya kecil, kami pakai yang CV.
Apa yang membuat anda tertarik dalam dunia konstruksi?
Saya memililih konstruksi, karena sudah senang di bidang ini. Karena perkembangan wilayah tidak lepas dari struktur dan infrastruktur.
Sehingga saya lebih memilih untuk terjun ke sini, karena bagaimanapun perkembangan kota pasti memerlukan perusahaan-perusahaan di bidang jasa konstruksi.
BIODATA =========================
Nama Lengkap : Devri Alfiandy
Tempat, tanggal lahir : Padangpanjang, 11 Desember 1967
Hobi : joging
Latar belakang pendidikan :
Fakultas Teknologi Mineral UPN Yogyakarta 1993
Pascasarjana Ilmu Lingkungan Undip 2003
Nama istri : Trihandayani Suprapto
Nama anak : Sabrina Venaya
Nama usaha : PT Aya Sophia Primatama
Jumlah pegawai : 15 orang
================================
Apa kendalanya saat merintis usaha konstruksi tersebut?
Kendalanya di awal perusahaan ini berdiri memang sangat besar. Kendalanya ada di jaringan, karena masih baru tidak mempunyai jaringan yang luas.Karena bagaimanapun perusahaan ini tidak akan jalan tanpa adanya jaringan yang kuat tersebut
Kemudian kendala kedua adalah persoalan permodalan, karena masih baru sehingga modal pun belum kuat.
Bagaimana solusi anda untuk mengatasi kendala itu?
Kunci keberhasilan itu yang pertama adalah jaringan, yang keduanya adalah sumber daya dan modal untuk mendukung usaha.
Kemudian untuk mengatasi itu, saya harus membuka akses jaringan dengan bergabung di dalam organisasi kemasyarakatan dan Gapensi (Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia).
Sekarang tantangannya adalah meningkatkan kompetensi sehingga bertarung dengan penyedia jasa yang jumlahnya banyak.
Penyedia jasa ini pada tahun 1990-an tidak sebanyak seperti sekarang, sehingga kita perlu meningkatkan kompetensi agar lebih baik dibandingkan lainnya.
Melihat semakin ketatnya persaingan bisnis konstruksi, strategi seperti apa yang dilakukan untuk berkompetisi?
Sekarang kompetitornya banyak, jaringan juga semakin sempit ruangnya. Jadi kita harus mengikutinya persaingan bebas ini.
Meningkatkan daya saing menjadi perlu, dan kompetisi antar penyedia jasa konstruksi ujungnya akan tersisih sendiri.
Hal itu juga kami lakukan untuk meningkatkan profesionalitas, sumber daya manusia dan manajerial.
Bagaimana rencana anda ke depannya untuk mengembangkan perusahaan?
Untuk ke depannya, satu hal akan kita meningkatkan profesionalitas. Lalu juga meningkatkan jaringan yang lebih luas lagi agar bisa mengikuti perkembangan zaman saat ini.
Kebetulan perusahaan kami spesialisasinya di gedung, dan kami selalu memberikan yang terbaik kepada klien.
Seperti pengalaman saya membuat Gedung PMI Jateng, kami ingin membuat bangunan dengan hasil terbaik.
Kami sampai survei ke Singapura, dan mengambil konsep bank darahnya di Singapura yang kita terapkan di sini.
Karena gedung yang akan digunakan bank darah memiliki pemanfaatan ruangannya yang berbeda-beda, sehingga bentuk ruangan juga harus disesuaikan.
Untuk terus bisa berkompetisi, bagaimana caranya menyiasati untuk menambah jaringan?
Memang menjalin pekerjaan dan menjaga hubungan itu tidaklah hal yang mudah. Tapi selama kita bekerja tepat mutu, tepat waktu, sesuai dengan yang ditargetkan klien juga akan puas.
Sebaliknya jika spesifikasinya nggak benar, waktu pengerjaannya molor tentu akan menyulitkan. Padahal menjaga jaringan itu susah.
Pernahkah mendapatkan komplain pelanggan?
Kalau pernah bagaimana caranya menanggapi komplain tersebut?
Komplain tentu saja pernah, karena terdapat kurang kesempurnaan pada saat finishing bangunan saja. Namun tetap saja, kami sebagi penyedia jasa harus terus berkoordinasi. Apapun harus berbasis kepada kepuasan klien.
Tanpa koordinasi, tentunya hubungan dengan klien tidak akan bertahan lama.
Prinsip kerja seperti apa yang anda tanamkan kepada para pegawai dalam bekerja?
Prinsip kerja yang ditanamkan, kerja yang bagus jujur apa adanya. Kalau kerja sudah tidak jujur itu bahaya.
Misalnya, ada pegawai yang bermain maka akan terjadi ketidakberhasilan dalam hal pekerjaan. Makanya saya selalu menanamkan yang utama harus jujur dulu, pintar atau tidak itu bisa dipacu. Tetapi kalau jujur itu yang harus ditanamkan, kepada masing-masing individu.
Bagaimana cara anda memotivasi rekan-rekan pengusaha, khususnya yang tergabung dalam Gapensi Kota Semarang?
Saya selalu mendorong teman-teman di Gapensi Kota Semarang, untuk mengajak selain belajar secara teknis, tetapi juga belajr mencari jaringan.
Saya juga selalu mengajarkan sebagai penyedia jasa konstruksi harus pandai-pandainya mensyukuri yang ada. Bersyukur, sabar, dan salat.
Bersyukur dengan apa yang ada dan kalau belum tercapai berarti harus sabar, serta jangan lupa untuk salat.
Sebanyak 515 anggta Gapensi Kota Semarang, dalam setahun ada beberapa kali untuk bisa bertatap muka dan bersilaturahim.
Saya yang juga dipercaya menjadi Ketua Gapensi Kota Semarang memiliki prinsip melayani, mengayomi dan melindungi anggota jika tersangkut hukum. (Tribunjateng/cetak/raf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/devri-ketua-gapensi-kota-semarang-2014-2019_20170828_112211.jpg)