Omset Pedagang Pasar Pagi Kaliwungu Turun Pasca Kebakaran
Ratusan pedagang korban Pasar Pagi Kaliwungu sudah mulai menjajakan dagangan di lapak darurat yang berada di sisi barat
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini suciatiningrum
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Ratusan pedagang korban Pasar Pagi Kaliwungu sudah mulai menjajakan dagangan di lapak darurat yang berada di sisi barat, Senin (28/08).
Kendati sudah berjualan selama satu minggu, para pedagang mengeluhkan omset penjualan yang turun 50 sampai 70 persen.
Pedagang pakaian, Afifah (45) mengungkapkan, pasca kebakaran dia mulai dari nol sebab hampir 90 persen barang dagangannya habis dilalap si jago merah. Dia juga kehilangan para pelanggan setia.
"Omset penjualan turun drastis ya hampir 70 persen selama satu minggu, pelanggan juga masih susah nyari lapak saya" ujarnya.
Selain omset, Afifah juga berharap pemerintah serius memperhatikan nasib para pedagang pasca kebakaran. Pasalnya, sampai saat ini pemerintah daerah belum memberi bantuan pada pedagang.
"Lapak darurat ini juga kami yang buat sendiri", imbuhnya.
Senada dengan Afifah, pedagang sembako, Wijaya baru berjualan selama dua hari sebab dia baru mbangun lapak darurat yang dia tempati.
"Tidak ada bantuan dari pemerintah, kayu-kayu ini ya beli dan buat sendiri, " ucapnya.
Wijaya berharap pembangunan Pasar Pagi bisa segera terealisasi agar bisa meraih keungtungan.
"Pasca kebakaran ini jualan saya masih sepi gak kayak dulu, " keluhnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/para-pedagang-pasar-pagi-kaliwungu-menempati-lapak-sementara-di-area-parkir-senin-2808_20170828_125030.jpg)