Proyek Jalur Kereta Bandara Adi Soemarmo Gusur Ratusan Rumah Warga Solo
Akan ada ratusan rumah warga Solo yang digusur untuk pembangunan jalur kereta api penghubung Stasiun Balapan Solo dengan Bandara Adi Sumarmo.
Penulis: akbar hari mukti | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti
TRIBUNJATENG.COM, SOLO – Akan ada ratusan rumah warga Solo yang digusur untuk pembangunan jalur kereta api penghubung Stasiun Balapan Solo dengan Bandara Adi Soemarmo.
Adapun, untuk menyelesaikan masalah itu, Pemkot Solo telah siapkan dua skenario.
Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo menjelaskan, pihaknya tidak akan menggusur rumah-rumah terdampak tersebut begitu saja.
"Tetap ada pertimbangan kemanusiaannya juga," kata Wali Kota, Rudy, Senin (28/8/2017).
Ia menjelaskan, dari pendataan yang dilakukan Pemkot, ada 594 hunian di sepanjang jalur kereta yang musti direlokasi.
Selain itu, ujarnya, ada 99 bidang lahan hak milik yang akan dilewati jalur kereta tersebut.
Ia melanjutkan, untuk hunian berstatus hak milik maka pemerintah akan melakukan pembebasan lahan dengan cara membeli tanah sekaligus bangunan di atas lahan. Dalam hal ini, Pemkot Solo memiliki peran yakni membantu sosialisasi kepada warga terdampak pembangunan.
"Anggaran sepenuhnya dari kementerian terkait, yakni Kemenhub yang kemarin itu sudah rawuh. Kita hanya membantu sosialisasi saja,” katanya.
Adapun, untuk hunian liar di sepanjang rel kereta yang sudah ada, Pemkot akan menggunakan skema relokasi yang lebih mudah daripada membangun Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) untuk warga yang tergusur.
"Saya sudah buktikan. Warga bantaran sungai di Solo yang telah lebih dulu direlokasi lebih memilih dibelikan tanah dan rumah daripada dipindah ke rusun,” jelasnya.
Lebih lanjut, untuk merelokasi hunian di sepanjang bantaran rel kereta, Pemkot akan segera membentuk Kelompok Kerja (Pokja) beranggotakan warga terdampak.
Pokja, ungkapnya, akan bertugas mencari tanah sekaligus membangun kompleks hunian yang akan ditempati warga setelah rumahnya di bantaran rel dibongkar.
Sementara, Haryadi, seorang warga yang rumahnya terdampak pembangunan jalur kereta api mengaku setuju dengan proyek tersebut.
“Kami orang kecil, ya tidak apa-apa apabila dipindah di tempat layak,” ujar warga Kampung Bayan, RT 02/RW 27 Kelurahan Kadipiro, Banjarsari, Solo tersebut.
Ia yang sudah 10 tahun tinggal di rumah tersebut menjelaskan, dirinya sadar tidak memiliki hak atas lahan yang ditempatinya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/peta-pembangunan-jalur-kereta-api-stasiun-balapan-dengan-bandara_20170828_154809.jpg)