Breaking News:

TONGKAT Sang Wali Jadi Pohon Dewadaru Kini Tumbuh Subur dan Berkhasiat

Nama Dewadaru barangkali masih asing di telinga masyarakat awam. Namun bagi kolektor benda mistik, jenis kayu itu amat populer.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: iswidodo
tribunjateng/khoirul muzaki
Pohon Dewadaru di pekarangan hotel Karimunjawa Inn 

TRIBUNJATENG.COM - Nama Dewadaru barangkali masih asing di telinga masyarakat awam. Namun bagi kolektor benda mistik, jenis kayu itu amat populer.

Pohon keramat itu cukup melegenda di kalangan masyarakat Kepulauan Karimunjawa.

Asal muasal Dewadaru dipercaya tumbuh dari tongkat Syeikh Amir Hasan atau Sunan Nyamplungan, penyebar agama Islam pertama di tanah Karimunjawa.

Dari tongkat sang wali, pohon itu beranak-pinak dan tumbuh subur di hutan Kepulauan Karimunjawa hingga sekarang.

Seorang pemburu cenderamata sedang memilih produk kerajinan kayu bertuah di Karimunjawa.
Seorang pemburu cenderamata sedang memilih produk kerajinan kayu bertuah di Karimunjawa. (tribunjateng/khoirul muzaki)

Kekeramatan Dewadaru belakangan jadi berkah tersendiri bagi penduduk setempat. Sejak objek wisata Taman Nasional Karimunjawa meroket, sejumlah perajin menyulap pohon itu menjadi beragam souvenir.

Biki, seorang perajin di Karimunjawa fasih menawarkan aneka souvenir berbahan kayu keramat ke pelanggan di rumahnya.

Ia membentuk kayu itu menjadi aneka rupa kerajinan, mulai tasbih, gelang, tongkat jalan, tongkat komando, hingga pipa cangklong.

Tak seperti pedagang cenderamata umumnya, Biki selalu merayu pelanggan dengan memamerkan khasiat mistis dari kayu-kayu yang dimilikinya.

"Sugestinya, Dewadaru ini bisa menambah kewibawaan seseorang," katanya, Rabu (23/8)

Biki mengaku menyaksikan sendiri keajaiban Dewadaru. Saat kayu itu dipecah menjadi beberapa bagian, ada potongan kayu yang tenggelam saat direndam ke air, sementara potongan lainnya tetap mengambang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved