Dinas Sosial Kota Ajak Warga Dukung Program Semarang Bebas Anak Jalanan, Ini Caranya

Dinas Sosial Kota Semarang mengadakan nonton bareng dua film yaitu Little Treasure of Lombok dan Balukarna

Tribun jateng/Alexander Devanda Wisnu
Peserta saat akan menonton film Little Treasure of Lombok di E-Plaza Cinema Semarang 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Alexander Devanda Wisnu P

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Sosial Kota Semarang mengadakan nonton bareng dua film yaitu Little Treasure of Lombok dan Balukarna bersama 320 peserta dari 16 Kecamatan Kota Semarang di E-Plaza Cinema Semarang, Selasa (29/08/2017)

Film Little Treasure of Lombok mengambarkan mengenai kehidupan anak jalanan sedangkan Balukarna mengambarkan mengenai kehidupan pengidap HIV/AIDS.

Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, Tommy Yarmawan Said mengatakan acara nonton bareng diadakan untuk mewujudkan Bebas Anak Jalanan 2017 dan mengurangi pengidap HIV/AIDS di Kota Semarang.

"Kami selenggarakan nonton bareng supaya mengedukasi stakeholder yang ada di 16 Kecamatan Semarang.

Nantinya peserta dapat langsung menyosialisasikan ke masyarakat luas untuk mengurangi pengidap HIV/AIDS dan kami juga bisa mewujudkan Kota Semarang yang bebas anak jalanan tahun ini," ujar Tommy saat diwawancara.

Ia berharap masyarakat mematuhi peraturan yang telah dibuat dan telah disosialisasikan oleh pemerintah daerah.

"Saya berharap seluruh warga Kota Semarang mendukung program Semarang Bebas Anak Jalanan 2017 dengan tidak memberikan uang kepada anak jalanan. Jika terus dibiarkan nantinya mereka akan semakin banyak," harapnya .

Peserta nonton bareng yang diadakan oleh Dinas Sosial Kota Semarang, Abdurahman Nauval menuturkan apresiasi kegiatan edukasi kepada 16 Kecamatan di Kota Semarang.

"Bagus kegiatan ini banyak pesan-pesan yang disampaikan dari film Little Treasure of Lombok. Memang kasihan anak jalanan mereka kehilangan waktu bermain dan belajar namun kalau dibiarkan terus menerus semakin banyak anak jalanan di Kota Semarang" tutur Abdurahman.

Candr,  dari Kecamatan Candisari berharap agar stakeholder langsung membentuk sistem yang baik dan terjun langsung untuk mengurangi anak jalanan dan penyebaran HIV/AIDS.

"Saya berharap stakeholder yang mengikuti nonton bareng tidak hanya menikmati film saja, namun juga harus terjun ke lapangan demi mengurangi anak jalanan dan mengurangi penyebaran HIV/AIDS di Kota Semarang" harap Candra. (*)

Penulis: Alexander Devanda Wisnu P
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved