Kamis, 28 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Lima Hari Sekolah

Temui Ribuan Santri, Bupati Mirna Annisa Tandatangani Penolakan Full Day School

Suasana demo penolakan penerapan lima hari sekolah atau Full Day School makin meriah tatkala Bupati Kendal Mirna Annisa muncul di antara ribuan santri

Tayang:
Penulis: dini | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG/DINI
Suasana demo penolakan penerapan lima hari sekolah atau Full Day School makin meriah tatkala Bupati Kendal Mirna Annisa muncul di antara ribuan santri di alun-alun Kabupaten Kendal, Selasa (29/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini Suciatiningrum

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Suasana demo penolakan penerapan lima hari sekolah atau Full Day School makin meriah tatkala Bupati Kendal Mirna Annisa muncul di antara ribuan santri di alun-alun Kabupaten Kendal, Selasa (29/8/2017).

Mengenakan seragam dinas berwarna coklat, Bupati Mirna menaiki truk bak terbuka yang digunakan sebagai panggung orasi.

Bupati termuda di Jawa Tengah ini mengatakan, aksi ini bisa menjadi masukan bagi Presiden Jokowi dan Kabupaten Kendal tidak menerapkan lima hari sekolah atau FDS.

Ribuan santri di Kendal menggelar aksi damai menolak penerapan sekolah lima hari atau Full Day School (FDS), Selasa 29 Agustus 2017.
Ribuan santri di Kendal menggelar aksi damai menolak penerapan sekolah lima hari atau Full Day School (FDS), Selasa 29 Agustus 2017. (facebooker)

"Sekarang kita berjuang dengan cara yang lebih cerdas, penyampaian sudah saya terima dan tadi saya sudah menandatangani surat untuk mendukung agar di Kabupaten Kendal tidak diberlakukan hal ini," ucapnya.

Meski demikian, ada pimpinan di atas bupati, sehingga Mirna akan menyampaikan keinginan massa dan santri NU kepada Gubernur yang nantinya dilanjutkan ke Presiden.

Ribuan santri dari Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (LP Maarif NU) Kabupaten Kendal menggelar aksi damai menolak Full Day School,  di alun-alun Kabupaten Kendal,  Selasa (29/08).
Ribuan santri dari Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (LP Maarif NU) Kabupaten Kendal menggelar aksi damai menolak Full Day School, di alun-alun Kabupaten Kendal, Selasa (29/08). (TRIBUNJATENG/DINI)

Kepala Dinas Pendidikan Ahmad Rivai mendukung penerapan sekolah enam hari.

Dia juga mengatakan, gaji guru Madrasah Diniyah di Kabupaten Kendal sudah diberikan.

"Tahun depan insyaallah akan naik," imbuhnya dalam orasi. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved