Lima Hari Sekolah
Temui Ribuan Santri, Bupati Mirna Annisa Tandatangani Penolakan Full Day School
Suasana demo penolakan penerapan lima hari sekolah atau Full Day School makin meriah tatkala Bupati Kendal Mirna Annisa muncul di antara ribuan santri
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini Suciatiningrum
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Suasana demo penolakan penerapan lima hari sekolah atau Full Day School makin meriah tatkala Bupati Kendal Mirna Annisa muncul di antara ribuan santri di alun-alun Kabupaten Kendal, Selasa (29/8/2017).
Mengenakan seragam dinas berwarna coklat, Bupati Mirna menaiki truk bak terbuka yang digunakan sebagai panggung orasi.
Bupati termuda di Jawa Tengah ini mengatakan, aksi ini bisa menjadi masukan bagi Presiden Jokowi dan Kabupaten Kendal tidak menerapkan lima hari sekolah atau FDS.
"Sekarang kita berjuang dengan cara yang lebih cerdas, penyampaian sudah saya terima dan tadi saya sudah menandatangani surat untuk mendukung agar di Kabupaten Kendal tidak diberlakukan hal ini," ucapnya.
Meski demikian, ada pimpinan di atas bupati, sehingga Mirna akan menyampaikan keinginan massa dan santri NU kepada Gubernur yang nantinya dilanjutkan ke Presiden.
Kepala Dinas Pendidikan Ahmad Rivai mendukung penerapan sekolah enam hari.
Dia juga mengatakan, gaji guru Madrasah Diniyah di Kabupaten Kendal sudah diberikan.
"Tahun depan insyaallah akan naik," imbuhnya dalam orasi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bupati-kendal-mirna-annisa-muncul-di-antara-ribuan-santri_20170829_125155.jpg)