FOCUS
Waspadai 'Tambal Sulam'
Mendengar kabar tentang adanya ratusan calon jemaah haji plus di Jawa Tengah yang tertipu penyelenggara biro umrah dan haji di Kota Semarang membuat s
Penulis: adi prianggoro | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mendengar kabar tentang adanya ratusan calon jemaah haji plus di Jawa Tengah yang tertipu penyelenggara biro umrah dan haji di Kota Semarang membuat saya 'ngelus dada'.
Bagaimana tidak? Kejadian itu menimpa 300 calon jemaah haji. Ada yang lewat semacam 'pengepul' atau koordinator. Ada juga yang individual atau langsung berurusan dengan oknum biro umrah. Oknum penyelenggara biro umrah dan haji meminta dana Rp 75 juta per orang untuk layanan haji plus. Jika dihitung secara kasar, maka jumlah uang yang sudah disetor mencapai Rp 22,5 miliar.
Menengok sedikit ke belakang, pada Januari 2017, aparat Satreskrim Polrestabes Semarang menangkap seorang pria, Eko Agung Raharjo, pimpinan biro perjalanan haji dan umrah. Setidaknya ada 141 calon jemaah umrah dan 3 calon jemaah haji yang jadi korban dugaan penipuan yang dilakukan Eko. Pelaku beraksi sejak Maret 2016 hingga Desember 2016 di kantornya, yaitu Biro Penyelenggara Perjalanan Haji dan Umroh PT AP, Jalan Wolter Monginsidi dan PT RAW, yang juga di Jalan Wolter Monginsidi di Kota Semarang, Jawa Tengah.
Saat itu, pengakuan Eko kepada polisi, Februari tahun lalu dia mulai membuka harga Rp 13,5 juta sampai Rp 16,5 juta untuk perjalanan umrah. Kemudian, banyak agen biro haji dan umrah tertarik dan akhirnya terkumpul 89 agen yang dikelolanya dari berbagai daerah. Bulan November 2016, Eko sudah memberangkatkan 500 jemaah umrah.
Namun ia mengakui usahanya itu menggunakan sistem tambal sulam, yaitu uang dari orang-orang baru digunakan untuk menutup kekurangan jemaah sebelumnya yang siap berangkat.
Nah, menyimak dari pengakuan Eko tersebut mestinya kita bisa sedikit lebih cerdas dan tentu saja lebih bijaksana memilih biro umrah dan haji. Beberapa kasus dugaan penipuan calon jemaah umroh dan haji biasanya sama. Awalnya menawarkan harga yang jauh lebih murah dibandingkan biro-biro lain. Memang pada keberangkatan kelompok pertama, kedua, dan ketiganya biasanya lancar memberangkatkan puluhan atau bahkan ratusan jemaah. Namun selanjutnya, biro 'abal-abal' tersebut akan terus memberikan janji-janji saja kepada calon jemaah yang telah menyerahkan uangnya kepada biro tersebut.
Memilih biro perjalanan umrah yang baik bisa membuat kita merasa lebih nyaman. Untuk mendapatkan biro yang tepat, Anda harus berhati-hati dalam memilih agar tidak menjadi korban penipuan biro umrah bodong. Biro umrah resmi bisa dicek di situs kementerian agama. Seringkali banyak calon jemaah tertipu karena tergoda oleh promo paket yang harganya jauh lebih murah.
Tingginya animo masyarakat Indonesia melakukan ibadah haji dan umrah membuat kian menggeliatnya bisnis biro haji dan umrah. Sayangnya, kondisi tersebut juga dimanfaatkan oknum-oknum tidak bertanggungjawab untuk melakukan penipuan terhadap calon jamaah haji dan terutama sekali jamaah umrah.
Untuk menghindari jadi korban penipuan biro 'abal-abal', maka ada beberapa langkah yang perlu kita lakukan. Di antaranya cek langsung ke kantor biro perjalanan dan cek juga apakah perusahaan mereka sudah terdaftar serta memiliki izin resmi atau tidak. Jangan lupa cek juga di internet mengenai situs atau website kepunyaan mereka dan juga lihat review mengenai pelayanan serta baik dan buruk dari perusahaan jasa tersebut. Jika ditawari harga yang sangat murah atau paket dengan biaya yang kecil, Anda justru mesti ekstra hati-hati dan jangan mudah tergiur. Jangan mudah percaya juga ketika didatangi agen travel tak resmi dengan janji bisa memberangkatkan secara cepat, meski disuguhkan testimoni-testimoni, sambil memanfaatkan ustad atau kiai.
Lalu bagaimana biro umrah dan haji yang sebaiknya kita pilih? Ada beberapa tips, di antaranya yaitu semakin lama perusahaan tersebut berdiri, berarti perusahaan tersebut telah memiliki pengalaman yang cukup matang sebagai penyelenggara perjalanan umrah. Semakin sering atau rutin perusahaan tersebut memiliki jadwal pemberangkatan jamaah, berarti perusahaan memiliki kredibilitas dan kerjasama yang baik dengan instansi-instansi terkait. Semakin banyak jumlah jamaah yang berangkat, berarti tingkat kepercayaan jamaah pada perusahaan tersebut sudah baik. Untuk melakukan pembayaran, baik uang muka maupun pelunasan, upayakan bayar tunai di kantor biro perjalanan tersebut. Hindari sistem transfer antar-rekening, minta kwitansi resmi yang dilengkapi stempel biro perjalanan itu dan tanda tangan serta tanggal terima petugas penerima di atas materai. Bila perlu, Anda bisa membawa keluarga/teman untuk memotret saat melakukan transaksi.
Itulah beberapa hal yang perlu dicermati agar tak tertipu. Jangan sampai uang yang kamu kumpulkan untuk beribadah dengan susah payah justru hilang dengan sia-sia. (tribunjateng/adi prianggoro)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/adi-prianggoro-wartawan-tribun-jateng_20170829_074041.jpg)