Bupati Semarang: Ada LSM yang Ganggu Kegiatan Penyerapan APBD

Bupati Semarang Mundjirin mengakui Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang memang masih lambat terkait penyerapan APBD tahun 2017

Bupati Semarang: Ada LSM yang Ganggu Kegiatan Penyerapan APBD
tribunjateng/dok
Menanggapi rekomendasi DPRD Kabupaten Semarang terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) APBD 2016 yang tidak layak dinilai, Bupati Semarang Mundjirin memiliki pembelaan. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Bupati Semarang Mundjirin mengakui Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang memang masih lambat terkait penyerapan APBD tahun 2017.

Menurutnya, ada beberapa kendala yang membuat penyerapan anggaran masih lambat.

Dia mencontohkan kendala tersebut yakni bantuan gubernur dan kementerian yang belum dikerjakan.

Bantuan tersebut, dipaparkannya yakni pembangunan Pasar Suruh senilai Rp 6 miliar tidak dilaksanakan karena DPRD Kabupaten Semarang tidak menyetujui.

"Ini jelas penyerapannya tidak bisa 100 persen. Belum lagi ada kegiatan lain yang tidak mungkin dilaksanakan, seperti Puskesmas Bringin yang merupakan bangunan purbakala tidak boleh dibongkar," kata Bupati, Kamis (31/8/2017).

Mundjirin juga meminta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) tidak ragu-ragu untuk berkonsultasi ke Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) dalam melaksanakan kegiatan sehingga penyerapan anggaran bisa maksimal.

"Kami maunya tiap tahun maju namun kendalanya banyak. Kami usahakan penyerapannya sampai 92 persen, mudah-mudahan maksimal," harapnya.

Bupati juga menceritakan, adanya Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) tertentu yang mengancam atau mengintimidasi pengguna anggaran dengan meminta sejumlah uang, menurutnya turut andil memperlambat penyerapan anggaran.

"Misalnya ada LSM sampai mengancam dan mengintimidasi meminta sumbangan segini, nanti akan diganggu (pengerjaan pelaksanaan proyek) kalau tidak menyumbang kan repot. Uangnya darimana, kalau minta sumbangan ya sukarela, jangan ngarani," tandasnya. (*)

Penulis: suharno
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved