Komisi D Soroti Kasus Pemukulan Siswa SMAN 6 Semarang

asus pemukulan seorang siswa SMAN 6 Semarang, S, oleh guru ekstrakurikuler basket berinisial G mendapat sorotan anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, A

Komisi D Soroti Kasus Pemukulan Siswa SMAN 6 Semarang
tribunjateng/galih permadi
Proses mediasi kasus pemukulan terhadap siswa SMAN 6 Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kasus pemukulan seorang siswa SMAN 6 Semarang, S, oleh guru ekstrakurikuler basket berinisial G mendapat sorotan anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo.

Anang meminta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Semarang mendampingi korban hingga korban mendapatkan sekolah baru.

Anang mengaku prihatin masih terjadi kekerasan fisik yang dilakukan oknum guru. Hal ini menjadi preseden buruk dunia pendidikan.

Baca: VIDEO Mediasi Siswa SMAN 6 Semarang Dipukuli Oknum Guru Gara-gara . . .

"Sanksi terlambat disuruh lari sebenarnya sudah cukup dan itu masih dalam hal positif. Tapi kalau sudah sampai pemukulan fisik, permasalahan ini harus diselesaikan sebaik-baiknya. Oknum guru harus mendapat pembinaan dan kasusnya harus ditindaklanjuti," katanya, Rabu (30/8).

Diberitakan sebelumnya, S, siswa kelas X SMAN 6 Semarang mengalami luka lebam lantaran dipukul pelatih basket berinisial G. Akibatnya, S harus dirawat dan mendapat lima jahitan di sekitar telinga. S juga mendapatkan intimidasi dan perisakan (bullying) dari kakak kelas yang membuatnya tidak masuk sekolah empat hari ini.

Kegiatan ekstrakurikuler di lingkungan sekolah, kata Anang, masih menjadi kewajiban dan pengawasan sekolah. "Kepala sekolah kan punya wakil yang membidangi kesiswaan. Dan kegiatan ekstrakurikuler masih di dalamnya. Perlu pengawasan lebih intens meski dilakukan di luar jam kegiatan belajar mengajar," jelasnya.

Anang berharap pihak keluarga, sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Semarang melakukan penanganan paska kejadian bagi korban.

Baca: Siswa SMAN 6 Semarang Dipukuli Guru Ekstrakurikuler Basket hingga Luka-luka

"Perlu penyembuhan luka fisik dan psikis trauma. Perlu pendekatan semua pihak dan pemerintah memfasilitasi pendampingan psikolog agar korban bisa beraktivitas seperti semula. Pendampingan juga sampai korban dapat sekolah baru," ujarnya.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Semarang, Bambang Suranggono mengatakan ayah S, DH meminta pendampingan terkait kasus pemukulan tersebut. Ia akan mendampingi hingga korban mendapatkan sekolah baru.

"Kami bersyukur, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah telah memediasi dan memberikan opsi yang terbaik bagi korban. Meski ini wilayah pemerintahan provinsi tapi keluarga korban merupakan warga kami, warga Kota Semarang yang mempunyai hak pendampingan. Saat ini kami mendampingi keluarga korban agar si anak mendapatkan hak memperoleh pendidikan yang layak," tandasnya.

Korban, kata Bambang mengalami trauma sehingga opsi pindah sekolah merupakan langkah yang akan diambil pihak keluarga. "Karena jika tidak pindah dikhawatirkan akan mengganggu proses belajar mengajar korban. Ada sebuah sekolah di kota yang ditunjuk, tapi saat ini belum ada kata sepakat karena ada pertimbangan lain. Kami akan terus kawal," ungkapnya. (tribunjateng/cetak/gpe)

Penulis: galih permadi
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved