Apakah Saracen juga Berkembang di Jawa Tengah? Ini Temuan Polda Jateng
Provokasi tersebut, lanjutnya, kebanyakan dialamatkan kepada orang lain maupun institusi lain
Penulis: akbar hari mukti | Editor: muslimah
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti
TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono mengatakan, tidak ada indikasi terkait jaringan penyebar konten SARA, Saracen, di Jawa Tengah, hingga saat ini.
Meski begitu, dirinya mengaku, tetap akan mewaspadai jaringan tersebut.
Ia menilai, jaringan Saracen tersebut sewaktu-waktu dapat hadir dan merusak kerukunan yang telah terjalin di Jawa Tengah.
"Kalau sampai sekarang tidak ada. Artinya kami belum menemukan. Tapi, tetap kita akan memantau perkembangannya," jelasnya, Jumat (1/9/2017).
Ia menjelaskan, meski jaringan Saracen belum merambah Jawa Tengah, tapi pihaknya telah menemukan beberapa individu yang membuat postingan di media sosial bernada provokasi.
Provokasi tersebut, lanjutnya, kebanyakan dialamatkan kepada orang lain maupun institusi lain.
"Kalau pribadi ada, kami telah temukan. Mereka menyebarkan kebencian terhadap individu lain, atau ke institusi yang mereka tidak suka, dan disebar ke masyarakat lewat sosial media. Kalau Saracen yang harus bayar per postingan itu belum ada," tegasnya.
Ia pun menjelaskan, mediasi menjadi langkah yang tepat untuk meredam individu-individu pembuat postingan bernada provokasi di media sosial mereka.
"Kalau dengan orang lain yang masih bisa kami ajak bertemu, maka kami pertemukan mereka. Berdialog menjadi penting dalam mengatasi masalah seperti itu," tegasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kapolda-jateng-irjen-pol-condro-kirono-meninjau-pembangunan-proyek-jalan-tol_20170605_182128.jpg)