Ada yang Bikin Penumpang Jatuh dan Patah Kaki, Sejak Maret 2017, 19 Sopir BRT Masuk Daftar Hitam

Karena itu, sejak ‎periode Maret - Agustus 2017, pihaknya sudah mem-black list 19 sopir

Ada yang Bikin Penumpang Jatuh dan Patah Kaki, Sejak Maret 2017, 19 Sopir BRT Masuk Daftar Hitam
Tribun Jateng/Galih Permadi
Kecelakaan tunggal BRT Koridor VI terjadi di Gang manggis Jalan Sekaran Raya RT 3 RW 3, Jumat (7/4). Kecelakaan disebabkan terot bus patah. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - ‎Plt Kepala Badan Layanan Umum Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Trans Semarang, Ade Bhakti, mengatakan sebelum Bus Rapid Transit (BRT) koridor I Mangkang - Penggaron, mengalami kecelakaan di Jl Brigjen Sudirto, Jumat (1/9) kemarin, ia sudah menerima laporan jika bus tersebut dikemudikan secara ugal-ugalan.

Karena itu, ia pun sudah menginstruksikan agar sopir bus tersebut langsung digantikan begitu sampai di Mangkang.

"Paginya saya sudah menerima laporan, kami instruksikan untuk diganti di Mangkang, tapi ternyata malah alami kecelakaan duluan," kata Ade, kepada Tribun Jateng, Sabtu (2/9/2017).

Sebuah bus Trans Semarang Koridor I H 1387 AW terlibat dalam kecelakaan karambol di jalan Brigjen Katamso, Jumat (1/9/2017).
Sebuah bus Trans Semarang Koridor I H 1387 AW terlibat dalam kecelakaan karambol di jalan Brigjen Katamso, Jumat (1/9/2017). (Tribun Jateng/rahdyan trijoko pamungkas)

Disampaikan, pihaknya tak mennolerir jika ada pengemudi yang ugal-ugalan dan serampangan, saat mengemudikan BRT.

Karena itu, sejak ‎periode Maret - Agustus 2017, pihaknya sudah mem-black list 19 sopir.

"Driver itu kan tanggungjawab operator, tapi saat memenangkan lelang mereka kan memberikan daftar sopir. Kita periksa, mereka yang masuk dalam daftar hitam, langsung kita coret," ujarnya.

Menurut dia, black list terhadap 19 driver yang dikeluarkan pihaknya bukan tanpa alasan.

Ditandaskan, yang jelas ke-19 sopir yang masuk daftar black list‎ bekerja tidak sesuai dengan Standar Opersional Prosedur (SOP).

"Ada yang karena ugal-ugalan, menerobos lampu merah, meninggalkan penumpang. Bahkan, ada yang menyebabkan penumpang jatuh sampai patah kaki, karena pas mau turun, belum sempurna, bus sudah jalan," tuturnya.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi Luncurkan 20 BRT Koridor 1 Jurusan Mangkang-Penggaron, di depan Balaikota Semarang, Kamis (12/1).
Walikota Semarang Hendrar Prihadi Luncurkan 20 BRT Koridor 1 Jurusan Mangkang-Penggaron, di depan Balaikota Semarang, Kamis (12/1). (tribunjateng/galih permadi)

‎Selain mem-black list 19 driver, sambung Ade, dalam periode yang sama pihaknya juga sudah memecat 24 petugas tiket. Menurut dia, ke-24 petugas tiket tersebut diketahui sering berlaku curang dan tak jujur.

"Ada yang menjual karcis bekas, kongkalikong dengan sopir demi meraup keuntungan pribadi, serta perilaku curang lain. Ini, yang masih proses pemecatan ada dua orang. Sehingga, mungkin periode Maret - akhir September nanti total akan‎ akan ada 26 petugas tiket nakal yang kami pecat," tandasnya. (*)

Penulis: yayan isro roziki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved