Kurator Nyonya Meneer Tolak Tagihan 49 Kreditur Konkuren Berjumlah Rp 47,3 Miliar

Tadi ada tagihan Rp 14 miliar tapi tak ada bukti dokumen perbankannya, cuma secarik kuitansi.

Kurator Nyonya Meneer Tolak Tagihan 49 Kreditur Konkuren Berjumlah Rp 47,3 Miliar
TRIBUN JATENG/RAHDYAN TRIJOKO P
Sejumlah kreditur menghadiri rapat verifikasi utang dengan PT Nyonya Meneer di Pengadilan Negeri Semarang, Senin (4/9/2017). 

"Tadi ada tagihan Rp 14 miliar tapi tak ada bukti dokumen perbankannya, cuma secarik kuitansi. Kami tidak terima dan tidak bisa memercayai hal itu karena ini uang besar. Kalau kami terima, akan merugikan porsi kreditur lain," ujarnya.

Ade menyebut tagihan yang diakui kurator adalah kreditur preference dari Kantor Pajak Gayamsari dan Kantor Pajak Madya Kota Semarang berjumlah Rp 26 Miliar.

Nyonya Meneer juga memiliki tagihan Rp 1 miliar dari BPJS Kesehatan dan Rp 12 miliar dari BPJS Ketenagakerjaan.

"Tagihan dari karyawan berjumlah Rp 29,1 miliar kemudian Rp 4,7 miliar. Tagihan tersebut di luar PKPU. Tagihan yang diakui sementara sebanyak 6 kreditur dengan tagihan Rp 14,9 miliar. Preference dibantah ada lima kreditur, total tagihan Rp 5,1 miliar," imbuhnya.

Apa langkah yang perlu diambil kreditur yang ditolak kurator?

Menurutnya, mereka dapat mengajukan permohonan keberatan atas bantahan tersebut.

Permohonan itu diajukan ke Pengadilan Niaga Semarang sehingga dapat disidangkan.

"Kalau begitu acaranya cepat, hanya tiga kali pertemuan. Pertemuan pertama pembuktian dari pemohon. Pertemuan kedua pembuktian dari kami selaku termohon. Pertemuan ketiga putusan," jelas Ade.

Dia menyebut ada harapan bagi kreditur terbantah selama mereka dapat melengkapi dokumen yang mendukung tagihannya.

Kalau putusan yang dikeluarkan Pengadilan Niaga Semarang memenangkan permohonan itu, kurator tinggal menarik bantahan. (*)

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved