Gedung Papak, Bangunan Kuno di Grobogan Saksi Bisu Kekejaman Belanda dan Jepang

Di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, berdiri sebuah bangunan tua yang menyimpan sejarah kelam kebrutalan tentara Belanda dan tentara Jepang.

Editor: abduh imanulhaq
KOMPAS.COM/PUTHUT DWI PUTRANTO
Gedung Papak di Desa Geyer, Kecamatan Geyer, Grobogan 

Lantai beralaskan plester menyerupai semen.

Ada juga kamar mandi dengan bak kecil serta dapur yang dilengkapi kompor tanam berupa tungku.

Untuk menuju lantai kedua dari lantai pertama, ada tangga usang terbuat dari kayu dengan anak tangga selebar setengah meter.

Beberapa ranjang besi berkelambu tanpa kasur juga dibiarkan tergeletak di kamar.

Tak ada hiasan yang menempel di dinding.

Hanya keheningan yang memancar dari baliknya.

Kesan angker kental terasa saat memasukinya pada Jumat (1/9/2017) siang.

Entah terbawa suasana karena sudah lama tak berpenghuni atau terbayang sisa-sisa kisah tragisnya.

Bagian dalam bangunan lawas yang berkonstruksi dinding serta kayu itu begitu kotor, sunyi, dan gelap.

Penjaga Gedung Papak sengaja membuka sejumlah jendela di rumah klasik itu untuk mempersilakan cahaya dan udara segar menyusup.

Meski tak terurus, bangunan ini masih terlihat kokoh dan tak meninggalkan unsur keasliannya.

Gedung Papak menjadi salah satu bukti adanya praktik perbudakan seks yang dilakukan kolonialisme Jepang.

Pada masa pendudukan Jepang, istilah "jugun ianfu" sangat terkenal di telinga beberapa kalangan.

Terutama para gadis-gadis asli Indonesia waktu itu.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved