Krisis Rohingya

Tifatul Sembiring Minta Maaf telah Sebarkan Gambar Hoax terkait Penderitaan Rohingya

Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, mengunggah foto hoax terkait aksi kekerasan terhadap etnis Rohingya di Myanmar.

Tifatul Sembiring Minta Maaf telah Sebarkan Gambar Hoax terkait Penderitaan Rohingya
Kompas.com/SABRINA ASRIL
Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring yang juga Anggota Majelis Syuro PKS 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, mengunggah foto hoax terkait aksi kekerasan terhadap etnis Rohingya di Myanmar. Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengaku keliru atas unggahan foto di akun Twitter pribadinya.

Kejadian tersebut sempat ramai ditanggapi oleh netizen. Salah satunya oleh Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul ulama (PCINU) Amerika Serikat, Akhmad Sahal, melalui akun Twitternya. Sahal langsung mengoreksi foto yang diunggah politikus PKS Tifatul.

Awalnya, Tifatul bermaksud menunjukkan kepada netizen ihwal pembantaian etnis Rohingya melalui foto tersebut. Namun, ternyata foto tersebut bukan menggambarkan pembantaian etnis Rohingya, melainkan peristiwa Tak Bai di Thailand, yang telah berlangsung pada 2004 silam.

Tifatul mengaku dikirimi foto tersebut oleh sesama anggota Komisi III DPR. Namun, ia enggan menyebut siapa anggota Komisi III yang mengirim foto tersebut.

Pengungsi Rohingya menunggu masuk kamp-kamp di ke Cox's Bazar, Bangladesh.
Pengungsi Rohingya menunggu masuk kamp-kamp di ke Cox's Bazar, Bangladesh. (REUTERS)

"Foto itu banyak lo. Saya juga sudah koreksi bisa aja kita salah dalam menerima. Salah kita koreksi, kan gitu. Koreksi yang penting," ujar Tifatul di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (4/9).

Anggota Komisi III DPR juga mengaku telah meminta maaf kepada Sahal dan meminta kejadian tersebut tidak dibesar-besarkan.

"Itu pun cc ke Akhmad Sahal. Saya minta maaf ke dia. biasa saja. Jangan terlalu baper (dimasukkan hati--Red). Kalau baper pasti mati sendiri," ucap anggota Majelis Syuro DPP PKS tersebut.

Sebagai pemilik akun Twitter dengan 1,3 juta pengikut dirinya sadar tidak semuanya pro kepadanya. Tifatul juga menerima saat sejumlah haters yang tidak terima membully dirinya di media sosial. "Itu sudah biasa. Saya sudah delapan tahun di medsos. Jadi tidak terlalu heran. Itu juga banyak, akun anonim gitu," kata Tifatul.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul saat jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/5/2017). Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap enam orang tersangka dari empat kasus yang berbeda yaitu kasus penyebaran konten pornografi anak secara online, penyebaran isu sara, dan penipuan online.
Kabag Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul (KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)

Enam saksi

Di sisi lain, polisi mengejar pelaku pelemparan bom molotov di kantor Kedutaan Besar Myanmar, Minggu (3/9) dini hari lalu. Polisi telah memeriksa enam saksi terkait kasus tersebut.

"Kami akan lakukan upaya lidik (penyelidikan) dan tangkap pelaku. Ada enam (saksi) diperiksa, kemudian ini masih terus digali informasi yang terkait," kata Kabag Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul, di gedung Divisi Humas Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin kemarin.

Martinus menyampaikan hasil pemeriksaan CCTV belum rampung dilakukan. Dia mengimbau pihak yang akan melakukan protes ke Pemerintah Myanmar agar melakukan cara-cara yang di luar kekerasan.

"(Hasil pemeriksaan CCTV) belum ada, belum ada. Tapi yang perlu ditekankan, ini kejahatan serius. Dan Polri mengimbau masyarakat yang hendak memprotes agar tidak menempuh jalur-jalur kekerasan," ucap Martinus.

Kedubes Myanmar dilempar bom molotov oleh orang tidak dikenal pada Minggu (3/9). Tidak ada korban jika dalam peristiwa itu. Polisi sedang mendalami apakah pelemparan bom berkaitan dengan aksi solidaritas atas peristiwa pembantaian etnis Rohingya di Myanmar. (Tribunjateng/cetak/Tribun Network/kps)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved