Begini Perkembangan Pembangunan Sirkuit Internasional di Mijen

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meninjau proyek pembangunan lintasan atletik Tri Lomba Juang dan Sirkuit Mijen, Selasa (5/9)

Penulis: galih permadi | Editor: iswidodo
tribunjateng/hermawan handaka
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meninjau proyek pembangunan Sirkuit Internasional di Mijen, Selasa (5/9/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meninjau proyek pembangunan lintasan atletik Tri Lomba Juang dan Sirkuit Mijen, Selasa (5/9). Pembangunan dua venue olahraga tersebut diharapkan melahirkan bibit atlet dari Kota Semarang.

Hendi menyayangkan pembangunan sirkuit Mijen molor lima persen dari target yang ditentukan yakni 15 persen. Adanya laporan tersebut Hendi meminta kontraktor untuk menambah alat berat untuk mempercepat pekerjaan.

“Kami akan lakukan monitoring terus supaya bisa selesai tepat waktu, salah satunya dengan penambahan alat-alat berat untuk mempercepat pengerjaan sirkuit. Karena pekerjaan ini masih berlanjut di tahun depan," tegasnya.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meninjau proyek pembangunan Sirkuit Internasional di Mijen, Selasa (5/9/2017).
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meninjau proyek pembangunan Sirkuit Internasional di Mijen, Selasa (5/9/2017). (tribunjateng/hermawan handaka)

Untuk proyek tersebut, Pemkot Semarang dalam hal ini Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang menganggarkan pembangunan sirkuit seluas 5,1 hektare dengan dana Rp 135 miliar, dikerjakan dalam dua tahun anggaran.

"Tahun ini pagu Rp 50 miliar untuk pekerjaan cut dan field serta pengaspalan/pengerasan sirkuit dan beberapa lokasi parkir, sedangkan sisanya Rp 85 miliar rencana dikerjakan di 2018 hingga tuntas selesai," kata Hendi.

Hendi menjelaskan, Sirkuit Mijen memiliki konsep sports center otomotif multi event yang berskala internasional. “Sirkuit ini bisa dipakai tempat berkumpulnya komunitas anak muda yang suka dunia otomotif. Bisa untuk road race, gocart, drag race, slalom, dan lainnya denga panjang lintasan sekitar 1,6 kiilometer. Selain untuk balapan, juga ada panggung besar yang bisa dipakai oleh anak-anak muda saat liburan atau mengisi kekosongan dengan kegiatan-kegiatan positif,” ujarnya.

Pembangunan sirkuit diharapkan mendukung event balapan sehingga kegiatan balapan tanpa harus menutup jalan raya. “Kalau biasanya pihak event organizer (EO) menggelar event balapan di Semarang harus menutup jalan raya. Dengan adanya Sirkuit Mijen ini kami akan mengembalikan fungsi jalan raya seperti sediakala," tandas Hendi.

"Selain itu, keberadaan Sirkuit Mijen dapat bisa mengurangi aktivitas balapan liar yang sering dilakukan anak-anak muda. Mereka bisa pindah ke sirkut ini yang nantinya bisa memunculkan bibit-bibit atlet otomotif Kota Semarang," imbuhnya. (tribunjateng/galih permadi)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved