12 Saksi Telah Diperiksa Terkait Laporan Aris Budiman, Novel Baswedan Segera Jadi Tersangka?

Polisi memberi sinyal, penyidik senior KPK Novel Baswedan bakal menjadi tersangka dalam kasus yang dilaporkan Direktur Penyidikan KPK Aris Budiman.

12 Saksi Telah Diperiksa Terkait Laporan Aris Budiman, Novel Baswedan Segera Jadi Tersangka?
Tribunnews.com
Penyidik senior KPK Novel Baswedan (kiri) dimungkinkan menjadi tersangka dalam kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan Direktur Penyidikan KPK Brigjen Aris Budiman. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Polisi memberi sinyal akan menetapkan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan sebagai tersangka, terkait kasus yang dilaporkan oleh Direktur Penyidikan KPK Brigjen Aris Budiman.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menerangkan, jajaran Ditreskrimsus Polda Metro Jaya tengah menangani laporan tersebut.

"Tidak mungkin suatu kasus, tidak ada tersangkanya," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (12/9/2017).

(Baca: MERUNCING, Novel Sebut Brigjen Aris Budiman Halangi KPK Periksa Oknum Polisi)

Argo menerangkan, penetapan tersangka harus dilakukan melalui tahapan-tahapan pada proses penyidikan, termasuk kasus dugaan pencemaran nama baik ini. "Kita tunggu, kan ada tahapan-tahapannya," kata dia.

Argo mengatakan, penyidik telah memeriksa 12 saksi terkait kasus yang dilaporkan Aris.

Para saksi yang diperiksa adalah mereka yang mengetahui soal email diduga berisi pencemaran nama baik terhadap Aris yang dikirim Novel.

"Sekitar 12 saksi kami periksa. Ada pegawai KPK, ada saksi pelapor, mantan pegawai KPK juga ada," ujar Argo.

(Baca: Direktur Penyidikan KPK Merasa Dilecehkan Novel Baswedan)

Sebelumnya, Aris melaporkan Novel ke Polda Metro pada tanggal 21 Agustus 2017.

Laporan itu dibuat karena Novel dianggap telah memfitnah dan merusak nama baik Aris.

Penyidik senior KPK itu diduga meremehkan integritas Aris sebagai Dirdik KPK. Dari surel yang juga disebar Novel ke beberapa pegawai KPK, kinerja Aris juga disebut-sebut paling buruk.

Dalam laporannya itu, Novel Baswedan diduga telah melanggar Pasal 27 ayat 3 Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Novel juga disangkakan dengan Pasal 310 KUHP tentang Penghinaan dan 311 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik. (tribunnews.com/dennis destryawan)

Editor: rika irawati
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved