Alami Kekeringan dan Butuh Air Bersih? Hubungi Posko Bantuan Kota Semarang di Nomor Ini
BPBD Kota Semarang membuka posko bantuan air bersih selama musim kemarau. Warga dipersilakan menghubungi BPBD di kawasan Terminal Penggaron.
Penulis: galih permadi | Editor: rika irawati
Laporan Wartawan Tribun Jateng Galih Permadi
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang membuka posko bantuan air bersih selama musim kemarau. Warga dipersilakan menghubungi dan mengunjungi kantor BPBD di kawasan Terminal Penggaron.
Hotline posko jaga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bisa menghubungi (024) 6730212.
Kepala BPBD Kota Semarang, Agus Harmunanto, mengatakan, puncak musim kemarau tahun ini diprediksi berlangsung hingga akhir Oktober hingga awal November.
"Kami membuka posko bantuan air bersih dan bantuan musibah lain di kantor BPBD selama 24 jam. Sebab, selama kemarau warga juga harus berhati-hati terhadap musibah kebakaran," ujarnya, Rabu (13/9/2017).
(Baca: Ganjar Klaim Pemprov Jateng Aktif Kirimkan Air ke Daerah untuk Atasi Kekeringan)
Agus mengatakan, BPBD bekerjasama dengan PDAM Tirta Moedal untuk memenuhi pasokan air bersih ke daerah yang mengalami kekeringan.
"Kami siap memenuhi permintaan masyarakat terhadap kebutuhan air bersih untuk dikonsumsi selama musim kemarau. Begitu ada permintaan ke BPBD, kami langsung berkoordinasi dengan PDAM untuk mengirimkan bantuan air bersih," ujarnya.
Berdasarkan data yang dihimpun BPBD, daerah rawan kekeringan air bersih di Kota Semarang meliputi Kecamatan Gunungpati, Banyumanik, dan Tembalang.
"Daerah yang sering mengajukan permintaan bantuan air bersih adalah warga Kelurahan Rowosari, Tembalang. Selain itu juga di kampung Deliksari, Gunungpati," ujarnya.
(Baca: Kekeringan, Warga Deliksari Harus Menimba Air Sejauh Tiga Kilometer)
BPBD, kata Agus, membuatkan tandon air dengan kapasitas 2.000 liter di Kelurahan Rowosari sehingga memudahkan warga mengambil air bersih.
"Kami baru saja melengkapi bak tandon tersebut untuk warga Rowosari Tembalang sehingga memudahkan warga mendapatkan air bersih," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kekeringan-deliksari_20170907_191504.jpg)