Haruka Miyata Ajarkan Kebudayaan Jepang kepada anak-anak TK Nabila Petir

Haruka Miyata mahasiswi dari Meiji University Jepang mengajar selama 20 hari di TK Nabila Petir.

TRIBUNJATENG/ALEX
Haruka Miyata mahasiswi dari Meiji University Jepang mengajar selama 20 hari di TK Nabila Petir. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Alexander Devanda Wisnu

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Haruka Miyata mahasiswi dari Meiji University Jepang mengajar selama 20 hari di TK Nabila Petir.

Haruka selama 20 hari mengajarkan kebudayaan dan permainan Jepang kepada siswa TK Nabila Petir.

TK Nabila Petir yang beralamat di Jalan Pergiwo no 10, Bulu Lor, Semarang, Jawa Tengah telah bekerjasama dengan Dejavato Foundation menghadirkan mahasiswa luar negeri untuk magang di Indonesia.

Haruka Miyata di Indonesia melaksanakan misi untuk mempopulerkan bahasa dan kebudayaan Jepang di Indonesia.

Kepala Sekolah TK Nabila Petir, Endah Herminingsih mengatakan kedatangan Haruka Miyata ke Indonesia sebagai pertukaran budaya antara Indonesia dengan Jepang.

"Kami juga mengajarkan mengenai budaya yang ada di Indonesia seperti anak harus mencium tangan guru-guru sebelum masuk sekolah dan memakai baju batik. Kami tidak ingin kebudayaan dari Jepang saja namun juga mengajarkan mengenai budaya asli Indonesia kepada mahasiswa luar negeri yang datang ke sini," ujar Endah kepada tribunjateng.com, Kamis (14/09/2017).

Ia menambahkan program magang mahasiswa dari Jepang merupakan bentuk kerjasama dengan Dejavato Foundation.

" Kedatangan Haruka tindak lanjut dari penandatangan antara pemilik Yayasan Medinah Medina Zainal Abidin Petir dengan Dejavato Foundation. Kedatangannya menambah pengetahuan bagi siswa kami," tambahnya.

Haruka Miyata telah mengajar di TK Nabila Petir dimulai pada 28 Agustus hingga 15 September 2017. Ia telah mengajarkan banyak kebudayaan Jepang kepada siswa TK Nabila Petir dua diantaranya seni melipat kertas yang populer di Jepang dan seni mengambar dengan mata tertutup.

Haruka Miyata yang memiliki cita-cita menjadi pengajar Bahasa Jepang. Ia pun merasa nyaman berada di Indonesia.

"Indonesia orangnya ramah. Pernah sewaktu berjalan di sekitar rumah, satu diantara tetangga sekitar mengundang saya ke rumahnya dan mengajak saya mencicipi makanan dan minuman tradisional Indonesia. Hal itu membuat saya terkesan dengan orang Indonesia. Saya kagum dengan suasana religius penduduk Indonesia," tutur Haruka.

Pemilik Yayasan Medina Madinah, Zaenal Abidin Petir mengungkapkan kedatangan mahasiswi luar negeri menjadi pengalaman berharga bagi pengajar di TK Nabila Petir. Menurutnya mahasiswi asal Jepang cepat beradaptasi di Indonesia. (*)

Penulis: Alexander Devanda Wisnu P
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved