musim kemarau

Ribuan Warga Kubangsari Terpaksa Minum Air Keruh

Jika hujan tak kunjung datang dan bak penampungan tak segera terisi air bersih, tidak jarang warga di Desa itu juga memanfaatkan air sungai

Ribuan Warga Kubangsari Terpaksa Minum Air Keruh
TRIBUNJATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Lebih dari 40 tahun, warga Dukuh Wangon, Desa Kubangsari, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes terpaksa memanfaatkan air sungai yang keruh jika lama tak ada hujan 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Lebih dari 40 tahun, warga Dukuh Wangon, Desa Kubangsari, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, mengandalkan hujan untuk memenuhi kebutuhan air bersihnya. Air hujan yang ditampung di bak penampungan itu selanjutnya digunakan untuk keperluan minum dan memasak.

Setiap rumah warga terdapat penampungan air hujan. Pada saat kemarau seperti sekarang ini, mereka harus bersabar menunggu hujan untuk mendapatkan air bersih melimpah.

Sedangkan untuk keperluan mandi cuci kakus (MCK), mereka memanfaatkan air sungai.

Namun jika hujan tak kunjung datang dan bak penampungan tak segera terisi air bersih, tidak jarang warga di Desa itu juga memanfaatkan air sungai untuk minum dan memasak. Demikian dikatakan Kepala Desa Kubangsari, Tarlan, Sabtu (16/9).

PT PLN akan menyalurkan bantuan sebanyak 62 tangki air bersih, yang pada tahap pertama disalurkan sebanyak dua tangki Desa Karangkemiri, Kecamatan Jeruk Legi, Kabupaten Cilacap, pada hari Kamis (14/9/2017) kemarin.
PT PLN akan menyalurkan bantuan sebanyak 62 tangki air bersih, yang pada tahap pertama disalurkan sebanyak dua tangki Desa Karangkemiri, Kecamatan Jeruk Legi, Kabupaten Cilacap, pada hari Kamis (14/9/2017) kemarin. (istimewa)

"Padahal (air sungai - Red) sangat tidak layak untuk konsumi. Air sungai sangat keruh dan kotor. Tapi sepertinya warga sudah terbiasa karena sudah berpuluh- puluh tahun lamanya dengan kondisi itu," terangnya.

Sedangkan bagi mereka yang memiliki uang, umumnya akan membeli air bersih yang dijual Rp 3 ribu per jeriken.

Menurut penjual air bersih, Sumarno (52), permintaan air bersih meningkat dalam satu bulan terakhir.

Kesulitan air bersih melanda Desa Kubangsari karena ketiadaan mata air. Hal serupa juga terjadi di Desa Karangbele, Kecamatan Larangan, Brebes.

Camat Ketanggungan, Laode Aris Vindar mengatakan, warga di pedukuhan tersebut sudah lama mencari mata air dengan melakukan pengeboran. Namun, upaya itu tidak membuahkan hasil.

"Mereka tidak bisa menemukan sumber air di pedukuhan tersebut," ucapnya.

Anggota TNI bersama BPBD Demak, menyalurkan bantuan air bersih di Desa Baleromo, Kecamatan Dempet, Demak, Selasa (29/8/2017).
Anggota TNI bersama BPBD Demak, menyalurkan bantuan air bersih di Desa Baleromo, Kecamatan Dempet, Demak, Selasa (29/8/2017). (Istimewa/Penerangan Kodim Demak)

Menurutnya, pernah ada warga yang mengebor sumur dengan kedalaman hingga ratusan meter. Namun, tetap saja air tidak mengalir. Bahkan, pernah ada bantuan dari pemerintah pusat untuk mendeteksi sumber mata air. Hasilnya sama saja.

Faktor geologis, kata dia, menjadi penyebab tidak adanya sumber air di wilayah yang jumlah penduduknya mencapai sekitar 3.000 jiwa lebih itu.

Laode menjelaskan kondisi tanah di daerah itu mengandung unsur bentanik, yakni unsur tanah yang mengandung minyak dan mempunyai sifat berlawanan dengan air. "Hanya di pedukuhan tersebut saja. Ada dukuh yang terletak di dekatnya, tidak jauh posisinya, tapi mempunyai sumber mata air," ungkapnya. (tribunjateng/cetak/mam)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved