Pembuat dan Penjual Obat Kuat Tak Berizin Diringkus Polisi

Ditreskrimsus Polda Jateng menangkap pelaku sindikat pengedar dan pemroduksi obat ilegal di Jepara

Pembuat dan Penjual Obat Kuat Tak Berizin Diringkus Polisi
tribunjateng/rahdyan trijoko pamungkas
Ditreskrimsus Polda Jateng menangkap pelaku sindikat pengedar dan pemroduksi obat ilegal di Jepara. Tersangka dan barang bukti dihadirkan di Ditreskrimsus Polda Jateng, Senin 18 September 2017 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Rahdyan Trijoko Pamungkas

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ditreskrimsus Polda Jateng menangkap pelaku sindikat pengedar dan pemroduksi obat ilegal di Jepara. Ada ratusan merek obat yang diamankan polisi, termasuk obat kuat, pelangsing, dan perangsang yang siap diedarkan.

Selain itu, aparat juga mengamankan bahan dasar obat ilegal berupa serbuk kopi, serbuk purwoceng, dan silicon padat.

Kasubdit I Industri, Perdagangan, dan Investasi, (Indagsi) Ditreskrimsus Polda Jateng, AKBP Egy Andrian Suez mengatakan, pengungkapan peredaran obat ilegal berawal adanya informasi masyarakat mengenai peredaran obat tanpa izin edar yang diatur di dalam Permenkes.

"Kami sampling dulu dengan membeli produknya melalui online. Kami juga sudah mapping dimana lokasi obat itu diproduksi. Kami tidak bisa langsung tangkap kalau tidak ada barang buktinya," kata AKBP Egy Andrian, saat gelar perkara di kantor Ditreskrimsus Polda Jateng, Senin (18/9/2017).

Dikatakannya, obat-obatan tersebut diproduksi di rumah Muhamad Nazarudin (38) di dukuh Krajan RT 1/ RW 1 Desa Jambu Timur Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara. Dia kini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Tersangka ditangkap petugas saat akan mengirimkan pesanan ke Kantor pos di Kabupaten Jepara pada Kamis (14/9/2017).

"Kami baru mengetahui bagaimana cara produksinya saat tersangka ditangkap," ujarnya.

Menurutnya, modus yang dilakukan tersangka adalah memproduksi dan mengedarkan ketersediaan farmasi melalui online di website bintanglaris.com, dan kliniksehat.com.

Pada website tersebut mencantumkan beberapa produk yaitu obat pelangsing khusus wanita, perangsang wanita, dan obat stamina pria.

Di dalam website juga dicantumkan nomor yang dapat dihubungi. Pemesanan dilakukan dengan SMS produk yang diinginkan, jumlah, nama pembeli, dan alamat pengiriman," ujarnya.

Selanjutnya, pelaku mengarahkan pembeli untuk mentransfer anggaran yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. Ada beberapa rekening yang digunakan untuk bertransaksi yakni BCA, Mandiri, dan BRI.

"Barang itu selanjutnya dikirim melalui pengiriman JNE maupun PT Pos," jelasnya.

Dijelaskan, tersangka melanggar Undang-undang nomor 36 tahun 2009 pasal 197 tentang kesehatan dimana setiap orang yang dengan sengaja memproduksi mengedarkan ketersediaan farmasi yang tidak memiliki izin dapat dipidana selama 15 tahun dan denda Rp 1,5 miliar.

Selain itu tersangka juga dilapis UU perlindungan konsumen yakni pasal 62.
"Ketentuan pasal 8 dimana setiap pelaku usaha dilarang mengedarkan dan memproduksi setiap barang atau jasa yang tidak memiliki standar yang dipersyaratkan atau ketentuan perundang-undangan dengan ancaman lima tahun penjara dan denda Rp 2 miliar," jelasnya. (*)

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved