Penyalahgunaan Obat
Kesaksian Tetangga, Ada Suara-suara saat Malam di Ruko yang Diduga Pabrik PCC di Purwokerto
Supriyanto, pengelola toko komputer di Jalan Raya Baturraden Kelurahan Pabuaran Purwokerto terkejut saat ruko di samping tokonya digerebek polisi.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Khoirul Muzakki
TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Supriyanto, pengelola toko komputer di Jalan Raya Baturraden Kelurahan Pabuaran Purwokerto terkejut saat ruko di samping tokonya digerebek polisi.
Ia tak menyangka, ruko yang selama ini tertutup itu menjadi tempat produksi pil terlarang.
Ia sebenarnya telah mencurigai gelagat penghuni yang tak diketahui asal usulnya.
Selama ini, tak ada aktivitas yang terlihat di dalam ruko. Penghuni hanya membuka pintu lipat ruko saat akan keluar atau masuk ke dalam toko. Kemudian, toko itu ditutup lagi rapat-rapat.
"Pintu lipat hanya dibuka sedikit, paling dua lipatan kalau mau masuk atau keluar. Kalau pakai motor juga motornya langsung masuk ke dalam toko, gak pernah diparkir di luar," katanya.
(Baca: Polisi Gerebek Ruko Diduga Pabrik Pil PCC di Purwokerto Utara)
Karena penghuni bersikap tertutup, sejak disewa tiga bulan lalu, ia tak mengenal identitas penghuni yang disebutnya berpenampilan layaknya pekerja bangunan itu.
Namun, Supriyanto mendengar keramaian dari sebuah aktivitas di rumah toko itu saat malam hari. Ia sering mendengar bunyi pukulan di dalam ruko, layaknya orang memukul benda keras.
Meski agak curiga, ia tetap berbaik sangka bahwa penghuni tengah merenovasi ruangan dalam toko.
"Setiap malam ada bunyi dug dug dug. Tapi saya kan tidak tahu mereka di dalam sedang aktivitas apa," katanya.
Supriyanto pun tak mengetahui bagaimana ribuan pil PCC itu selama ini diangkut dari dalam pabrik.
(Baca: Empat Ton Karung Diduga Berisi Bahan Pembuat PCC Ditemukan di Cimahi Selatan)
Pasalnya, halaman ruko dikelilingi dipagar kawat dan ditutup atap baja ringan. Celah pagar ditutup rapat sehingga membatasi pandangan orang luar ke ruko itu.
Ia mengaku sering melihat sebuah mobil APV berplat Jakarta keluar masuk toko. Sayangnya, ia tak melihat saat mobil itu mengangkut atau mengeluarkan barang lantaran terhalang pagar yang tertutup.
"Ya sebenarnya sudah curiga. Tapi gak nyangka kalau itu buat produksi pil PCC. Kalau didengar dari dialeknya, penghuni ruko berbahasa Sunda," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/polisi-gerebek-ruko-diduga-pabrik-pil-pcc_20170919_212141.jpg)