Terapkan Smart City, Proses Perizinan Usaha di Kota Semarang Lewat Aplikasi Online Hanya 4 Menit

Bahkan, untuk memperoleh izin usaha, bisa didapatkan cukup dalam waktu empat menit melalui izin usaha mikro online atau iJus Melon di Playstore.

Terapkan Smart City, Proses Perizinan Usaha di Kota Semarang Lewat Aplikasi Online Hanya 4 Menit
Istimewa
Hendrar Prihadi menjadi pembicara dalam ajang Gerakan Menuju 100 Smart City pada Smart City Summit 2017 di Makassar, Selasa (23/5/2017). (ILUSTRASI) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Galih Permadi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, terus mendorong terwujudnya Semarang Smart City. Keberhasilannya ini membuat Hendi, sapaannya, sering didapuk menularkan ilmu agar inovasi tersebut bisa ditularkan ke daerah lain untuk meningkatkan ekonomi daerah.

Setelah sebelumnya diundang dalam konferensi bertajuk Indonesia Future City 2017 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) building BSD, Hendi kembali diminta menularkan keberhasilannya menerapkan konsep Semarang Smart City dalam forum bertajuk Sosialisasi dan Internalisasi Reformasi Birokrasi Pemerintah Daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri, di Hotel Aryaduta Jakarta Pusat, Selasa (19/9/2017).

Hendi menjadi narasumber bersama CEO Citiasia, Faria Subhkan, dan Direktur Hubungan Lembaga Transaksional Banking PT BNI Persero Tbk, Adi Sulistyawati.

(Baca: CANGGIH, Buka Situs Smart City Kota Semarang, Bisa Tahu Penyebab Mati Lampu)

Dalam kesempatan tersebut, Hendi menyampaikan tema Smart Birokrasi dalam peningkatan Ekonomi Daerah. Hendi membeberkan strategi agar Kota Semarang layak diperhitungkan sebagai Smart City terdepan di Indonesia.

Upaya menjadi smart birokrasi, kata Hendi, diawali dari kerangka besar e-government. Di antaranya, lewat membangun sistem perencanaan melalui sistem monev, sistem pembangunan melalui e-katalog lokal, sistem pelayanan melalui perijinan online, dan sistem pelaporan melalui lapor Hendi.

"Keempat sistem tersebut kami terapkan dalam pembangunan Kota Semarang sampai saat ini. Sistem-sistem tersebut menurut kami lebih efisien dan lebih mudah mengontrolnya terutama dalam hal efisiensi penggunaan anggaran pembangunan yang tertera di sistem monev. Sedangkan e-katalog dapat menghemat anggaran pembangunan, dan memangkas sebesar 46 persen anggaran untuk pengadaan e-ticketing Bus Trans Semarang," ujarnya.

Implementasi smart city Kota Semarang mulai berjalan sejak 2013. Pada 2014, Pemkot Semarang mulai membangun infrastruktur jaringan dan free wifi di 2.300 titik.

Melangkah di 2015 dan 2016, Pemkot Semarang meluncurkan 148 sistem dan aplikasi e-government dan penandatanganan komitmen smart government dengan seluruh perangkat daerah.

Halaman
12
Penulis: galih permadi
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved