Salatiga Mulai Sosialisasi akan Operasionalkan BST di Lima Koridor

Salatiga Mulai Sosialisasi akan Operasionalkan BST di Lima Koridor. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dishub Kota Salatiga Ady Suprapto.

Salatiga Mulai Sosialisasi akan Operasionalkan BST di Lima Koridor
TRIBUNJATENG/DENI SETIAWAN
BST Salatiga - Konsep halte untuk sarana penunjang operasional Bus System Transit (BST) Kota Salatiga yang bakal dilaksanakan mulai tahun 2018 oleh Dinas Perhubungan Kota Salatiga 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Salatiga merencanakan uji coba penerapan Bus System Transport (BST) di lima koridor pada tahun depan (2018). Untuk saat ini dimulai untuk tahapan sosialisasi.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dishub Kota Salatiga Ady Suprapto kepada Tribunjateng.com, Rabu (20/9/2017).

Menurutnya, sosialisasi tersebut seiring telah diselesaikannya desain engeneering detail (DED) ataupun studi pengembangan transportasi layanan angkutan umum di Salatiga.

“Tinggal pelaksanaannya termasuk juga pengadaan armada untuk BST di lima koridor tersebut. Kami rencanakan tahun depan sudah bisa dimulai. Mulai bulan ini kami sosialisasikan terlebih dahulu. Untuk pengadaan sarana-prasarananya, masih kami diskusikan dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI,” kata Ady.

Dalam perencanaan sementara ini, lanjutnya, untuk pengadaan sarana-prasarana dikonsep 50 persen dari Pemkot Salatiga dan 50 persen dari Kemenhub RI. Adapun hasilnya, hal tersebut masih terus dikoordinasikan dengan Pemerintah Pusat.

“Untuk uji coba di tiap koridor, sementara dua unit armada terlebih dahulu. Jika hasil studinya, diperkirakan total kebutuhan ada 61 unit bus berukuran sedang untuk kecepatan rata-rata 25 kilometer per jam per bus. Adapun jumlah haltenya ada 123 titik,” jelasnya.

Dia menjabarkan, kelima koridor yang dimaksud itu secara rinci adalah Koridor Blotongan-Jalan Jenderal Sudirman-Terminal Tingkir, Koridor Terminal Tingkir-Jalan Lingkar Selatan (JLS)-Blotongan, Koridor Jalan Imam Bonjol-Jalan Osamaliki-Jalan Veteran-Terminal Tingkir.

“Lalu Koridor Jalan Hasanudin-Lapangan Pancasila, dan terakhir adalah Koridor Terminal Tamansari-Klumpit. Untuk operator di setiap koridor BST tersebut, kami akan bekerja sama dengan angkutan kota (angkota) yang jalurnya bersinggungan dengan jalur BST,” paparnya.

Ady berharap, melalui kehadiran BST itu, masyarakat dapat semakin terlayani secara nyaman, aman, dan murah. Dalam pengoperasian bus itu pun bakal bersinergi dengan layanan angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP) maupun antarkota antar provinsi (AKAP).

“Jam operasionalnya mulai pukul 06.00 hingga pukul 22.00. Untuk ticketing, kami akan gunakan sistem tiket elektronik guna memudahkan dalam membangun sistem maupun pola operasi serta mengurangi risiko kerawanan kebocoran pendapatan,” terangnya. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved