Kapolri: Semua Negara Menatap China untuk Tarik Investasi, Indonesia Masih Berdebat Ideologi

Indonesia membutuhkan investasi besar agar menjadi negara kuat dan makmur

Kapolri: Semua Negara Menatap China untuk Tarik Investasi, Indonesia Masih Berdebat Ideologi
Tribun Jateng/Khoirul Muzaki
Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat menyampaikan orasi ilmiah di hadapan wisudawan UMP Purwokerto 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Indonesia membutuhkan investasi besar agar menjadi negara kuat dan makmur.

Mengandalkan APBN saja tak cukup untuk membiayai sektor pembangunan yang butuh modal besar.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, mau tidak mau, Indonesia butuh investor baik dalam negeri maupun asing untuk membiayai pembangunan.

Tito menyebut jajaran konglomerat di Indonesia yang potensial jadi investor di dalam negeri.

Menurut Tito, dari 50 daftar orang terkaya di Indonesia berdasarkan versi Forbes, 43 orang di antaranya merupakan keturunan Tionghoa.

Konglomerat keturunan Tionghoa ini biasa dijuluki masyarakat dengan istilah Aseng.

Bagaimana dengan investor asing?

Tito menyebut, Tiongkok dan Jepang merupakan investor paling strategis yang jadi rebutan setiap negara di belahan dunia, termasuk Amerika.

"Di dalam negeri yang punya banyak duit siapa, di luar negeri yang punya duit siapa? kita tidak bisa menutup mata, semua negara tertuju ke China. Semua berharap dapat bekerjasama dengan mereka untuk investasi,"kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat orasi ilmiah di acara wisuda Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Sabtu (23/9)

Halaman
12
Penulis: khoirul muzaki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved