Liputan Khusus

Kejati Jateng Bantah Ada Kasus Mangkrak

Dalam catatan Komite Penyelidik Pemberantasan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KP2KKN) Jateng, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng setidaknya mempunyai dua

Kejati Jateng Bantah Ada Kasus Mangkrak
tribunjateng/m zainal abidin/dok
FOTO DOKUMEN Tim penyidik pidana khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah menahan dua orang tersangka, Senin (8/12) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - ‎Dalam catatan Komite Penyelidik Pemberantasan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KP2KKN) Jateng, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng setidaknya mempunyai dua kasus yang sampai saat ini belum ditangani secara tuntas.

Yakni, kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Kliwon, Temanggung; serta kasus dana bantuan‎ politik (Banpol) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jepara.

Menurut Ketua Bidang Korupsi Politik dan Anggaran KP2KKN, Ronny Maryanto, kasus pembangunan Pasar K‎liwon Temanggung menyeret mantan Wakil Bupati, Budiarto.

Dalam kasus proyek pembangunan fisik tahun anggaran 2002-2003 senilai Rp 2,5 miliar itu, Budiarto telah ditetapkan sebagai tersangka. "Namun, hingga kini kasus itu tak jelas penanganannya," ucapnya, kepada Tribun Jateng. baru-baru ini.

Sementara, dalam kasus dana Banpol PPP, menyeret nama Bupati Jepara, Achmad Marzuqi. Dalam kasus itu, Kejati Jateng sempat mengeluarkan surat perintah penghentian perkara (SP3).

Namun, langkah itu mendapat tentangan dari Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI). LSM yang konsen bergerak dalam isu-isu anti-korupsi itu mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Semarang.

Dalam sidang pra-peradilan yang digelar di pengadilan setempat, majelis hakim memutus membatalkan SP3 tersebut. Sehingga, mau tak mau Kejati Jateng ‎harus tetap melanjutkan proses hukum terhadap kasus tersebut.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jateng, Sugeng Riyadi, membantah ada tunggakan atau perkara korupsi yang menggantung maupun mangkrak di Kejati.

Menurut dia, Kejati Jateng, tak punya tunggakan penyelesaian kasus. "Tak ada kasus tunggakan penyelesaian perkara atau kasus mang‎krak," ucapnya.

Ia berujar, selama ‎kurun waktu Januari-Agustus 2017, Kejati hanya menangani tiga kasus dugaan korupsi. Yakni, kasus korupsi dana Banpol yang menyeret Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi; kasus penjualan tanah bengkok di Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kudus; dan kasus raibnya 600 ton beras di gudang Bulog Randugarut, Semarang.

"Sampai saat ini ada tiga kasus yang masih dalam proses penyidikan," jelasnya.
Sementara, saat disinggung kasus-kasus dugaan korupsi yang ditangani kejaksaan dan masih ‎tahap penyelidikan, Sugeng enggan membeberkannya.

Menurut dia, kasus yang masih dalam tahap penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) tak bisa diungkap ke publik. "Kalau masih penyelidikan, kami tak bisa mengungkap," tandasnya. (tribunjateng/cetak/tim lipsus)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved