Airport Corner

Pilot AirAsia Pergoki Drone di Runway Bandara Ahmad Yani

Viral di jejaring Facebook mengenai pilot pesawat AirAsia nomer penerbangan AK-328 memergoki sebuah drone (pesawat tanpa awak) terbang di area sekitar

Pilot AirAsia Pergoki Drone di Runway Bandara Ahmad Yani
TRIBUNJATENG/DANIEL ARI PURNOMO/dok
Runway Safety Team Sisir Landasan Pacu Bandara A Yani 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Viral di jejaring Facebook mengenai pilot pesawat AirAsia nomer penerbangan AK-328 memergoki sebuah drone (pesawat tanpa awak) terbang di area sekitar runway Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang pada Kamis (7/9) lalu.

Pilot tersebut memergoki drone tersebut sedang terbang di sekitar arena landasan pacu saat ia akan landing.

Dua pekan selanjutnya pihak AirAsia langsung melayangkan surat kepada General Manager LPPNPI (AirNav). Dalam surat tersebut, pihak AirAsia meminta diadakan evaluasi karena ini bersangkutan dengan keselamatan awak pesawat dan penumpang.

General Manager AirNav, Yudi Nur Dinuri saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya yang menerima laporan dari pilot penerbangan, langsung pada hari itu juga melakukan peninjauan di lokasi yang dilaporkan oleh pilot.

"Tepatnya drone berada di luar landasan pacu, saat itu juga pihak AirNav dan Angkasa Pura langsung melakukan peninjauan di sekitar lokasi, dan kami tidak menemukan orang yang mengendalikan drone tersebut," ujarnya kepada Tribunjateng.com, Sabtu (23/9).

Ia menduga drone dikendalikan dari jarak jauh dan diterbangkan bukan di sekitar landasan pacu.

"Teknologi zaman sekarang memungkinkan drone dapat dikendalikan jarak yang cukup jauh, bisa sampai lebih dari 1 kilometer," paparnya.

Ia menjelaskan dalam Permenhub nomor PM 180 tahun 2015 mengenai Pengendalian Pesawat Tanpa Awak di Ruang Udara yang dilayani Indonesia telah melarang penggunaan drone pada area Bandara.

Dalam Peraturan Menteri tersebut menyebutkan pesawat terbang tanpa awak dilarang beroperasi di area kawasan udara terlarang, kawasan udara terbatas dan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan Bandara.

Pesawat tanpa awak diizinkan beroperasi dengan radius minimal 500 meter dari kawasan tersebut.
Yudi menambahkan agar masyarakat memahami peraturan tersebut untuk keselamatan penerbangan.

"Harapannya para pemilik drone agar bergabung dalam Komunitas Pencinta Drone sehingga bisa mendapatkan informasi yang benar mengenai aktivitas drone," tandasnya. (tribunjateng/cetak/dap)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved