Breaking News:

Liputan Khusus

Begini Rumitnya Usut Kasus Korupsi Menurut Polda Jateng

"Kasus korupsi tidak seperti kasus pidana umum. Butuh waktu dan birokrasi panjang hingga akhirnya sebuah kasus bisa terungkap," kata Dolly

Editor: bakti buwono budiasto
net
ilustrasi korupsi 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - "Kasus korupsi tidak seperti kasus pidana umum. Butuh waktu dan birokrasi panjang hingga akhirnya sebuah kasus bisa terungkap," kata Kasubdit III (Tipikor) Dit Reskrimsus Polda Jateng, AKPB Dolly A Primanto, kepada Tribun Jateng, baru-baru ini.

Hal itu diungkapkan menanggapi tudingan mandeknya penanganan sejumlah kasus dugaan korupsi di Jateng yang ditangani Polda Jateng.

Ia menjelaskan, kasus korupsi sering melibatkan birokrat yang ada hubungannya dengan dunia politik.

Kondisi itupun dinilai sangat rawan, dan membuat jajarannya perlu ektra hati-hati.

Jangan sampai ketika memeriksa sebuah kasus, justru dikira memihak politisi lawan.

Berbeda halnya dengan KPK yang sengaja dibentuk untuk memangkas birokrasi dan dapat meminimalisir prasangka keberpihakan.

Kasus korupsi memakan waktu lama, bisa sampai satu tahun untuk mengungkap sebuah perkara.

Mulai dari pemeriksaan saksi dan hal teknis lain untuk menjadi P21.

Baca: Prakiraan Cuaca Siang Ini, Kota Semarang Berawan, Kota Salatiga Hujan Ringan

"Subdit lain meriksa empat sampai lima orang sudah cukup. Kalau ini, seperti OTT Dana Desa Boyolali saya meriksa 150 orang, bayangkan," ujarnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved