Minggu, 31 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ada Pengecer yang Nyamar Jadi Pembeli Gas Melon di Kendal, Tak Tahunya di Rumah. . .

Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang terjadi di kecamatan Kaliwungu beberapa waktu lalu diduga permainan tingkat pengecer

Tayang:
Penulis: dini | Editor: muslimah
Tribun Jateng/Rifqi Gozali
Kelangkaan elpiji melon di Kudus 

Laporan Wartawan Tribn Jateng, Dini suciatiningrum

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang terjadi di kecamatan Kaliwungu beberapa waktu lalu diduga permainan tingkat pengecer.

Ketua Paguyupan Pangkalan Elpiji Kaliwungu Asmui menjelaskan anggota paguyuban seringkali menemukan pengecer yang seringkali menyamar sebagai pembeli rumah tangga yang hanya membawa satu atau dua tabung.

"Pengecer membeli satu atau dua tabung di tiap pangkalan gak taunya di rumah sudah menumpuk gas dan mereka jual dengan harga yang tinggi karena memanfaatkan situasi, " ujarnya, Rabu (27/9/2017)

Selain itu, kelangkaan gas juga disebabkan adanya permintaan masyarakat yang tinggi. Pasalnya tidak sedikit warga yang menggelar hajatan ditambah adanya idul adha beberapa waktu lalu.

Adanya isu penarikan gas melon juga memicu masyarakat berbondong-bondong bersama mencari gas melon

"Tapi satu atau dua minggu terakhir ini situasi sudah normal, " paparnya.

Agen Gas PT Sri Mulyo Gundani, Sri Mulyo Gundani menegaskan pihaknya tidak mengurangi pasokan ke pangkalan sebaliknya dia menambah kuota ke pangkalan yang kekurangan.

"Pertamina sendiri sudah menambah 1.1250 tabung dan sudah saya salurkan ke pangkalan yang kehabisan," paparnya.

Sri Mulyo juga bingung mengapa warga susah mendapatkan gas. Pasalnya pihaknya sudah menambah pasokan atau memberi bonus lebih dari kontrak yang seharusnya diterima pangkalan.

"Selama ini pangkalan menerima elpiji sesuai kontrak ada yang 100 bahkan 200 tabung namun selalu saya lebihkan tujuannya untuk tetangga kanan-kiri pangkalan, " ucapnya.

Pihaknya juga sering memberikan pengarahan pada pangkalan agar memprioritaskan masyarakat sekitar dan membatasi pembelian sesuai kebutuhan. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved