Barang-barang Elektronik di 13 Rumah di Bandongan Rusak Tersambar Petir

Hujan deras disertai angin kencang dan petir, melanda sebagian wilayah Magelang, pada Selasa (26/9) malam. Barang Elektronik di 13 Rumah rusak

Barang-barang Elektronik di 13 Rumah di Bandongan Rusak Tersambar Petir
TRIBUNJOGJA
Hujan deras disertai angin kencang dan petir, melanda sebagian wilayah Magelang, pada Selasa (26/9) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, MAGELANG - Hujan deras disertai angin kencang dan petir, melanda sebagian wilayah Magelang, pada Selasa (26/9) malam. Akibatnya, sejumlah warga Desa Banyuwangi, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, terkena imbas sambaran petir.

Salah satu warga yang terkena dampak paling parah, yakni Tasripan (50), warga Dusun Sangubanyu Utara, RT 01 RW 12, Desa Banyuwangi. Bagaimana tidak, sambaran petir merusakkan barang-barang elektronik yang ada di rumahnya, dengan total kerugian mencapai Rp 50 juta.

Dari informasi yang dihimpun, petir menyambar kediaman Tasripan pada kisaran pukul 19.45 WIB. Selain barang-barang elektronik, genteng dan sebagian kaca rumah milik pria yang sehari-harinya berprofesi sebagai penjual nasi goreng itu, turut mengalami kerusakan.

Akibatnya, rumah berukuran 20x10 meter persegi itu, mengalami kerusakan cukup parah, di bagian atap yang terhambur berserakan. Kemudian, pada pagi harinya, Rabu (27/9), warga sekitar memperbaikinya dengan gotong royong.

Sekretaris Desa Banyuwangi, Abdul Cholik, mengatakan bahwa Tasripan bukan satu-satunya warga yang menjadi korban sambaran petir. Termasuk sejumlah inventaris milik SD Negeri III Banyuwangi, antara lain satu unit handphone, perangkat wifi dan bel listrik.

"Kalau rumah Pak Tasripan, yang rusak bagian genteng dan kaca jendela pecah, serta barang-barang elektronik. Kemudian, ada 13 rumah lain, yang terdampak, barang-barang elektronikanya rusak juga, termasuk mesin pengisian ulang air," ungkapnya, Rabu (27/9).

Adapun warga lain yang turut terkena dampak sambaran petir adalah Eko Samekto (35), dimana mesin isi ulang air, yang digunakan untuk usahanya sehari-hari, mengalami kerusakan, sehingga tidak bisa berfungsi normal seperti sedia kala.

Begitu juga dengan peralatan servis handphone di konter milik Mahfut, serta sejumlah barang elektronik kepunyaan Slamet Sahudi (tv), Abdul Badit (tv), Mad Kadir (tv) dan Jafur (tv).

Sementara itu, Kapolsek Bandongan, AKP I Gede Mahardika, mengungkapkan kalau warga sekitar langsung berinisiatif bergotong royong, untuk memperbaiki sejumlah kerusakan yang melanda kediaman Tasripan, sehingga rumah tersebut bisa segera layak dihuni kembali.

"Warga langsung gotong royong memperbaik rumah Pak Tasripan, yang rusak karena sambaran petir. Dalam kejadian ini, memang tidak menimbulkan korban jiwa, hanya barang-barang elektronik yang rusak," ungkapnya. (tribunjateng/aka)

 

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved