Breaking News:

Taruna Akpol Terbunuh

BEGINI Kesaksian Michael Saat Ditanya Siapa yang Memukul Muhammad Adam

Sidang lanjutan kasus penganiayaan korban Taruna Akpol kembali digelar, Kamis 28 September 2017 siang di Pengadilan Negeri Semarang.

Editor: iswidodo
tribunjateng/tim
Suasana sidang lanjutan di PN Semarang kasus dugaan penganiayaan dengan korban Muhammad Adam (taruna Akpol) dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi, Kamis 28 September 2017 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sidang lanjutan kasus penganiayaan korban Taruna Akpol kembali digelar, Kamis 28 September 2017 siang di Pengadilan Negeri Semarang.

Kali ini sidang dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi. Saksi pertama yang diperiksa yaitu, Brigdatar Michael Akmal Kayom Metemko. Pada awal sidang Michael terlihat terbata-bata dan kurang jelas dalam menyampaikan kesaksian. Beberapa kali Ketua Majelis mempersilahkan untuk membaca ulang Berkas Perkara.

Ada empat orang saksi yang dihadirkan pada sidang kali ini, saksi pertama yang diperiksa yaitu Michael Akmal. Dia menceritakan kesalahan yang dilakukan karena korban apatis kepada senior.

Jadi junior harus menghafalkan atau mengingat nama-nama senior, karena dia tidak hapal maka dia dianggap apatis dan dipukul.

"Setelah berbaris disuruh untuk melakukan posisi taubat. Lalu disuruh untuk melakukan posisi marcing. Setelah itu dipukul di bagian perut," tutur Michael ketika diberi pertanyaan oleh Ketua Majelis, Kamis, (28/9/2017).

Ketika ditanya mengenai Muhammad Adam (taruna Akpol yang meninggal), siapa yang memukul, Michael Akmal ingat. Tetapi ketika ditanya Ketua Majelis siapa yang memukul dirinya, Michael mengatakan lupa. Hal itu membuat Ketua Majelis menyuruh Michael untuk membaca ulang BAP.

"Saya tidak mengingat siapa yang memukul. Tapi saya ingat siapa yang memukul Muhammad Adam, yaitu salah satunya Christian memukul menggunakan tongkat kayu," ujarnya.

Ketua Majelis hampir menunda persidangan saksi Michael Akmal. Karena keterangan yang disampaikan saksi dengan BAP berbeda.

Ketua majelis mengatakan karena tidak mungkin pernyataan dari saksi berbeda dengan BAP. Karena isi berkas acara adalah sesuai dengan keterangan saksi sendiri.

"Kejadian kan juga baru terjadi sekitar empat bulan. Dan Anda yang mengalami, masa sudah lupa," kata Ketua Majelis.

Michael dinilai tidak konsisten dalam memberikan keterangan oleh Penasihat Hukum. Sehingga diharapkan untuk menerangkan secara jelas.

"Saya mohon konsistensinya dalam memberikan keterangan," ungkapnya.

Ketika ditanya Penasehat Hukum mengenai siapa yang memukul Muhammad Adam, Michael mengatakan hanya memperhatikan bajunya saja. Lalu dia menambahkan melihat bahwa Gibrail memakai baju berwarna hitam.

"Padahal sesuai barang bukti yang ada, Gibrail memakai baju warna hijau, dan Martinus yang memakai baju warna hitam," jelas Penasehat Hukum. (tribunjateng/tim)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved